Di hari kedua, JIExpo, Kemayoran, Jakarta semakin padat dengan
antrian penonton yang ingin menyaksikan salah satu event musik
jazz terbesar di dunia, Jum`at (3/3). Antrian penonton pun terjadi di
hampir semua hall yang menyelenggarakan konser dari musisi Indonesia
hingga International. Semua memiliki magnet tersendiri.
Salah satunya adalah musisi Pat Metheny yang sekarang
sedang tampil di D1 Tebs Hall. Permainan gitar yang mendapatkan Grammy
Award untuk 10 kategori berbeda ini ramai penonton. Tak heran, pemain
gitar kawakan untuk berbagai genre musik ini memang ditunggu-tunggu
penampilannya.
Jika pada 2006, kita perlu menyebrang ke Singapura untuk
menyaksikan pesona gitaris versatil ini, maka penampilannya akan sayang
untuk dilewatkan saat ia sendiri kembali datang ke Jakarta.
Kini, ketika dia tampil di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, sangatlah sayang jika dilewatkan.
Nah, untuk Anda yang tidak bisa menyaksikan langsung aksi Pat, langsung saja menuju http://www.youtube.com/javajazzfest. Ia tampil hingga pukul 19.15.
Don`t Miss It!
Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts
Saturday, March 3, 2012
Friday, March 2, 2012
God Bless Nge-Rock Abiesss!!!!
![]() |
| Mainnya si Om Ian kuereenn!! |
Gelaran pesta jazz terbesar, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 telah dimulai. God Bless menjadi salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para penikmat musik Indonesia juga dunia.
Band legendaris ini tampil di D2 Djarum Super Mild Hall, tepat pukul 18.15 WIB. Meski tanpa Donny Fattah, Ahmad Albar cs tetap nge-rock!
Pembukaan konser yang berjalan kurang lebih empat puluh lima menit ini berlangsung meriah dan spektakuler.
Lagu 'Nato' langsung menggebrak di awal penampilan. Ian Antono memainkan gitar listriknya dan membawa suasana semakin panas. Dilanjutkan dengan 'Prahara Timur Tengah' yang didukung dengan tata lampu panggung dan suara yang maksimal.
Tak pelak, penonton yang menyaksikan maestro Indonesia tersebut langsung ikut bergoyang, sesekali mengangguk-anggukan kepala. Suasana belum cukup panas, sebab hanya ada ratusan penonton yang mengisi hall yang mampu memuat ribuan penonton tersebut.
"Yah, sayang sekali penontonnya tidak begitu banyak. Mungkin ada hambatan kali ya, SBY mau datang," ujar Ahmad Albar yang disambut dengan gelak tawa penonton.
Pepatah "Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi" sepertinya memang pantas diberikan pada pria ini. Meski begitu, penampilannya tidak sedikitpun berkurang. Tetap enerjik dan tetap nge-rock!. Sesekali ia mengajak para penonton untuk melompat dan bernyanyi bersama.
Untuk mengganti Donny Fattah, God Bless menggunakan additonal player pada bassis. Tiga backing vocal juga melengkapi penampilan mereka malam ini.
Tak menunggu lama, lagu Hits 'Rumah Kita' mengalun. Tak ayal, semua penonton bernyanyi bersama. Setidaknya hal ini sedikit memberi semangat mereka setelah raut kekecewaan terlihat.
![]() |
| Achmad Albar Keren banget! |
Ketika Lagu 'Syair Kehidupan' dan 'Dunia Ini Panggung Sandiwara' dimainkan, aura nostalgia langsung terasa. Apalagi, lebih dari lima puluh persen penonton yang berdiri di depan panggung terlihat 'satu generasi' dengan band yang booming di era 1970-an ini. Ketika Ian Antono mengganti gitar elektriknya dan bermain akustik, kerumunan penonton di barisan depan pun bernyanyi keras-keras.
Dalam penampilan God Bless, Abadi Soesman juga mempertunjukkan kebolehannya menari di atas tuts keyborad dalam permainan solo selama lima menit. Lagu 'Anak Kandang' pun berkumandang.
Thursday, March 1, 2012
Wow, Ada Kolaborasi antar Musisi Lokal dan Dunia Loh!
Dalam ajang perhelatan musik Jazz terbesar di Asia
Tenggara, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival
2012, akan diwarnai dengan kolaborasi berbagai musisi. Bukan hanya
sesama musisi Indonesia, juga ada kolaborasi musisi International dengan
musisi Indonesia.
Menurut Dewi A.L. Gonta, Direktur Produksi dan Marketing Java Festival Production dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/2), pertunjukan kali ini lebih bervariasi dengan adanya kolaborasi dari para musisi.
"Meski banyak artis mengisi Java Jazz tahun ini, tapi pertunjukkan mereka akan lebih bervariasi karena ada kolaborasi dengan musisi lain sehingga menghasilkan karya yang berbeda dibanding pagelaran sebelumnya," ujarnya.
Bukan hanya satu atau dua, tapi sepuluh kolaborasi akan ditampilkan. Menurut Eki Puradiredja, Music Director Java Festival Production, kolaborasi dari para musisi tersebut akan memberi sensasi tersendiri.
"Misalnya ada 'Tribute to Herbie Hancock Collaboration Project'yang akan dibawakan oleh Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan bersama artis luar negeri lain yang juga diisi dengan pertunjukkan angklung dan tari saman," jelasnya.
Ada satu lagi yang istimewa dan patut anda saksikan. Yakni kolaborasi musisi international dengan musisi jalanan binaan Harry Roesli, 57Akustik. Kolaborasi juga dilakukan untuk mengenang para legenda Indonesia.
"Penampilan spesial lain adalah kolaborasi Dave Koz dengan musisi jalanan dari rumah musik Harry Roesli dan sesi 'Benyamin On Jazz - Tribute To The Legend' yang menyuguhkan aransemen ulang lagu-lagu Benyamin oleh Indra Aryadi," imbuhnya.
Java Jazz festival 2012 kali ini menampilkan 1.700 musisi dalam dan luar negeri yang terdiri atas 110 kelompok musik Indonesia dan 45 kelompok internasional yang akan menampilkan lebih dari 70 pertunjukan di 13 panggung dalam ruang dan lima panggung luar ruang.
Menurut Dewi A.L. Gonta, Direktur Produksi dan Marketing Java Festival Production dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/2), pertunjukan kali ini lebih bervariasi dengan adanya kolaborasi dari para musisi.
"Meski banyak artis mengisi Java Jazz tahun ini, tapi pertunjukkan mereka akan lebih bervariasi karena ada kolaborasi dengan musisi lain sehingga menghasilkan karya yang berbeda dibanding pagelaran sebelumnya," ujarnya.
Bukan hanya satu atau dua, tapi sepuluh kolaborasi akan ditampilkan. Menurut Eki Puradiredja, Music Director Java Festival Production, kolaborasi dari para musisi tersebut akan memberi sensasi tersendiri.
"Misalnya ada 'Tribute to Herbie Hancock Collaboration Project'yang akan dibawakan oleh Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan bersama artis luar negeri lain yang juga diisi dengan pertunjukkan angklung dan tari saman," jelasnya.
Ada satu lagi yang istimewa dan patut anda saksikan. Yakni kolaborasi musisi international dengan musisi jalanan binaan Harry Roesli, 57Akustik. Kolaborasi juga dilakukan untuk mengenang para legenda Indonesia.
"Penampilan spesial lain adalah kolaborasi Dave Koz dengan musisi jalanan dari rumah musik Harry Roesli dan sesi 'Benyamin On Jazz - Tribute To The Legend' yang menyuguhkan aransemen ulang lagu-lagu Benyamin oleh Indra Aryadi," imbuhnya.
Java Jazz festival 2012 kali ini menampilkan 1.700 musisi dalam dan luar negeri yang terdiri atas 110 kelompok musik Indonesia dan 45 kelompok internasional yang akan menampilkan lebih dari 70 pertunjukan di 13 panggung dalam ruang dan lima panggung luar ruang.
Wednesday, February 29, 2012
Bobby Caldwell - Sukses di Amerika, Terkenal di Jepang
![]() |
| Bobby Caldwell |
Pria asal Amerika ini mampu memainkan beberapa jenis instrumen musik (termasuk drum). Namun, kesuksesannya sebagai pencipta lagu lebih sukses daripada ketika ia bernyanyi. Lagunya justru banyak menjadi hits ketika dibawakan oleh Chicago, Boz Scaggs, Peter Cetera dan Amy Grant, Neil Diamond dan Al Jarreau.
Tak hanya itu, keunikan lain pria kelahiran Manhattan, 15 Agustus 1951 ini juga terlihat pada basis fans terbesarnya yang ternyata berada di Jepang. Beberapa albumnya dirilis lebih awal di Jepang ketimbang di Amerika. Bahkan beberapa album cuma dirilis di Jepang. Ketika masyarakat Amerika hampir melupakannya, ia masih menyandang nama sebagai superstar di Jepang. Mulai tahun 90-an, ia menetap di Jepang bersama istri dan sepasang anak kembarnya.
Namun, ia masih memelihara basis penggemarnya di Amerika Serikat, sampai-sampai bagi penggemar R&B dan jazz modern di Amerika Serikat, dia digelari "Orang kulit putih yang sering dikelirukan sebagai penyanyi Afro-Amerika".
Para penggemarnya hapal betul kalau pria ini memiliki suara tone oktaf yang khas. Tone oktaf tinggi memang cocok untuk jazz terutama untuk jenis Contemporary Jazz seperti stylenya. Padahal di awal karirnya, Caldwell lebih berorientasi kepada musik cadas daripada jazz. Caldwell sering membawakan karya-karya Jimi Hendrix dan Cream di klub-klub kecil.
Selama 3 dekade karir bermusiknya, dia masih sangat dikenali melalui komposisi tunggalnya dari tahun 1978, "What You Won't Do for Love”. Kenangan manis saat penampilannya di Java Jazz Festival 2008 pun masih terngiang-ngiang di benak penonton JJF saat itu. Tak hanya cuma menyanyikan lagu-lagu hitsnya, ia pun memainkan pianika. Tak sedikit penonton menjadi riuh ketika lagu-lagu kesayangan mereka dibawakan langsung oleh penciptanya seperti ‘Real Thing’. Seisi Plenary Hall seakan ikut bernyanyi semua.
Lagu ini seakan mengobati rindu yang selama ini terpendam. Bagaimana tidak, kebanyakan hitsnya banyak ditemukan pada kompilasi lagu-lagu dengan tag Jazzy Tunes berlabel Smoothjazz hingga sekarang. Tak heran, di setiap penampilannya, penonton akan ikut bernyanyi karena begitu familiarnya lagu penyanyi bermata biru ini di hati mereka.
Kali ini di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, ia akan tampil di hari Jum`at, di D1 Tebs Hall. Don`t Miss It!
Sunday, February 26, 2012
Sister Duke di JJOTM Plaza Semanggi
![]() |
| Nice Perform ^_^d |
Tak banyak yang tahu kalau Nengah tengah bimbang karena suaranya mendadak bindeng sebelum tampil di atas stage. “Kaget aja, karena tiba-tiba suara saya nggak keluar. Seperti menempel gitu. Untung tadi lancar aja dengan usaha yang luar biasa, hehe,” ujar wanita berdarah Minang-Bali itu kepada djarumsupermild.com.
Meski begitu, Sister Duke tetap memberi kejutan kepada penonton JJOTM- Sky Dinning. Di lagu kedua, mereka membawakan lagu “Rolling In The Deep” (Adele) dengan gaya dan warna Nu Jazz yang diusung Sister Duke.
“Kami memang ingin membawakan sesuatu yang beda di dunia musik jazz. Sister Duke memberikan alternatif musik yang segar dengan pendekatan baru bersound elektronik dan sentuhan programming,” paparnya.
![]() |
| Me & Nengah |
Malam ini, selain Nengah pada vokal, Sister Duke dibantu oleh Joel (bass/Music director), Kitut (Keys/Synth), dan Rencong (Turntablist/DJ). Perpaduan dari semua instrumen musik ditambah suara Nengah yang ceria, memberi warna tersendiri dari Sister Duke.
“Been Thru” menjadi lagu ketiga Sister Duke dan dilanjutkan dengan “Kreyzie” yang pernah populer pada tahun 2008 dan menjadi top hits di radio Jakarta. Tak lupa, ia membawakan single terbaru “MYOB” yang bernada ceria dengan beat-beat yang kuat dari awal hingga akhir lagu.
Lagu keenam, “Senandung Untukmu” bagai menjadi jeda di antara lagu-lagu Sister Duke yang memang kuat di nada-nada beat. Nadanya yang sedikit lembut dibanding lagu-lagu sebelumnya sekaligus menghantarkan penonton ke lagu berikutnya, “Wanna Make You Mine”.
![]() |
| Interview with Sister Duke a.k.a Nengah K |
“Persiapan untuk Java Jazz tahun ini pasti ada dan apa yang akan kami bawakan nanti itu rahasia. Pokoknya surprise banget. Tunggu aja,” tutup wanita berkulit putih itu sambil tersenyum.
Label:
band,
Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012,
interview,
Jakarta,
Java jazz,
java jazz festival,
liputan,
mall,
musik,
musisi,
nengah krisnarini,
plaza semanggi,
semangi,
sister duke,
Sri Wahyuni
Saturday, February 25, 2012
Ultraz Kwartet Band Hibur Pengunjung Sky Dinning
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit, Java Jazz On The Move (JJOTM) pun dimulai. Suara MC yang heboh pun membuka acara JJOTM di atap Plaza Semanggi, Sky Dining, Jakarta. Spontan, ratusan mata yang tak sabar menunggu acara JJOTM mengarah ke stage yang sebelumnya ditutup terpal untuk melindunginya dari air hujan yang sempat membasahi area venue.
Setelah acara bagi-bagi hadiah berupa tiket gratis JJF 2012 dan goody bag oleh panitia kepada penonton yang berhasil menjawab pertanyaan, Ultraz Kwartet Band pun membuka acara JJOTM pada malam ini sekitar pukul 19.35 WIB.
Mereka membuka acara JJOTM dengan beat-beat yang jazzy abies! Alunan instrumen dari gitar, bass, keyboard dan drum minus vokal ini, berhasil membius para penonton. Santap malam para penonton di Sky Dining pun semakin asik.
Band yang digawangi oleh Reza (keyboard), Yosi (gitar), Indra (drum), dan Jun (bass) ini pun mengaku antusias ketika didapuk menjadi pengisi acara sekaligus pembuka di JJOTM tahun ini.
“Senang ya, dan asik. Semoga para penonton bisa terhibur,” ujar Reza kepada djarummild.com.
Mereka sukses membawa suasana malam yang memang cukup panas malam ini menjadi sedikit ‘adem’. Total lima lagu full instrumen mereka bawakan sebelum penampilan Sister Duke sebagai pengisi acara kedua.
Tepuk tangan panjang dari para penonton pun mereka jaring dengan semangat. Tak terasa area disekitar venue semakin penuh dengan para penonton yang memenuhi tempat duduk yang disediakan maupun yang berdiri.
Meski Java Jazz tahun ini Ultraz Kwartet Band belum beruntung mengisi acara di panggung utama Djarum Supermild Java Jazz Festival 2012, Maret mendatang, mereka mengaku tetap semangat dan berharap mendapat kesempatan di tahun mendatang.
“Semoga semakin banyak band jazz lokal yang bisa manggung di perhelatan musik akbar jazz seperti Java Jazz Festival,” harap mereka.
Sunday, February 19, 2012
Soulvibe Puaskan Vibenatics
Kerinduan para vibenatics (sebutan untuk
para penggemar Soulvibe) terbayar sudah. Setelah menyaksikan penampilan
Urban Path dengan lagu penutupnya ‘MSG’, tak lama kemudian band yang
memiliki kepanjangan nama dari Sound of Universal Love/ Various
Instrument Behaviour itu menyapa para pengunjung La Piazza yang sudah
tak sabar ingin bernyanyi bersama band asal Jakarta itu tepat pukul
20.00 WIB di panggung Mini Square, La Piazza, Jakarta, Minggu (19/2).
Lagu ‘Warna Cinta’ membuka penampilan mereka di depan ratusan pengunjung La Piazza yang sudah tak sabar menunggu penampilan dari Abenk (vokal), Bayu (vokal), Handy (bass), Frans (keyboard), Asa (gitar), Iga (gitar) dan Rio (Synth) sejak sore. Mereka telah duduk manis di bangku yang telah disediakan.
Beberapa pengunjung yang tak mendapatkan bangku, rela berdiri di sisi-sisi panggung.
Penampilan mereka di Mini Square, La Piazza malam ini, terus disambut tepuk tangan pengunjung. Setelah lagu pertama, mereka lanjut tanpa jeda yang lama dengan lagu ‘Berlian’ yang lagunya lebih santai dengan bit-bit yang jazzy. Beberapa dari pengunjung mulai asyik mengikuti lagu dengan bernyanyi bersama. Tak pelak lagi, ketika lagu selanjutnya ‘Your Smile’ disenandungkan, sukses menuai senyum dari penonton.
Memang tema cinta tak akan pernah habis untuk dieksplor, Soulvibe cermat untuk mengolahnya. Terbukti dengan lagu keempat berjudul ‘Arti Hadirmu’ dan ‘Sungguh’ mampu membawa perasaan penonton Soulvibe terbuai cinta.
Puncaknya ketika lagu ‘Biarlah’ dikumandangkan, sontak hampir seluruh pengunjung La Piazza bernyanyi tanpa diminta.
“Hapuslah cinta antara kita berdua, karena kau sudah ada yang punya...“
Inilah magnet hebat yang diciptakan band yang telah enam kali tampil di Java Jazz Festival ini. Apalagi energi ceria dan menyenangkan yang mereka tularkan, menghangatkan suasana malam yang semakin dingin di Utara Jakarta itu.
“Tahun ini, kami tampil yang ketujuh kali di JJF 2012. Tiap tahun punya kesan tersendiri dan cerita tersendiri di hati kami. Dari tampil di foodcourt sampai tampil di panggung JJF yang kapasitas penontonnya sangat besar. Inilah yang membuat kami terus bersemangat,” ujar Handy kepada djarumsupermild.com.
Tak berhenti sampai disitu. Meski peluh telah membasahi baju mereka, lagu ‘Masih’ dipersembahkan oleh band yang dijadwalkan akan manggung pada Djarum Supermild Java jazz Festival 2012, Sabtu, 3 Maret 2012 di B1 Hall, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
"Ke antartika, antartika. Ku akan mencoba yang aku bisa...“
Lagi-lagi penonton La Piazza terhipnotis, bernyanyi bersama-sama tanpa diminta. Rupanya mereka (penonton-red) telah paham bahwa lagu ini adalah penutup kangen dari band yang telah lama mereka rindukan. Mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bernyanyi bersama.
Lagu ‘Warna Cinta’ membuka penampilan mereka di depan ratusan pengunjung La Piazza yang sudah tak sabar menunggu penampilan dari Abenk (vokal), Bayu (vokal), Handy (bass), Frans (keyboard), Asa (gitar), Iga (gitar) dan Rio (Synth) sejak sore. Mereka telah duduk manis di bangku yang telah disediakan.
Beberapa pengunjung yang tak mendapatkan bangku, rela berdiri di sisi-sisi panggung.
Penampilan mereka di Mini Square, La Piazza malam ini, terus disambut tepuk tangan pengunjung. Setelah lagu pertama, mereka lanjut tanpa jeda yang lama dengan lagu ‘Berlian’ yang lagunya lebih santai dengan bit-bit yang jazzy. Beberapa dari pengunjung mulai asyik mengikuti lagu dengan bernyanyi bersama. Tak pelak lagi, ketika lagu selanjutnya ‘Your Smile’ disenandungkan, sukses menuai senyum dari penonton.
Memang tema cinta tak akan pernah habis untuk dieksplor, Soulvibe cermat untuk mengolahnya. Terbukti dengan lagu keempat berjudul ‘Arti Hadirmu’ dan ‘Sungguh’ mampu membawa perasaan penonton Soulvibe terbuai cinta.
Puncaknya ketika lagu ‘Biarlah’ dikumandangkan, sontak hampir seluruh pengunjung La Piazza bernyanyi tanpa diminta.
“Hapuslah cinta antara kita berdua, karena kau sudah ada yang punya...“
Inilah magnet hebat yang diciptakan band yang telah enam kali tampil di Java Jazz Festival ini. Apalagi energi ceria dan menyenangkan yang mereka tularkan, menghangatkan suasana malam yang semakin dingin di Utara Jakarta itu.
“Tahun ini, kami tampil yang ketujuh kali di JJF 2012. Tiap tahun punya kesan tersendiri dan cerita tersendiri di hati kami. Dari tampil di foodcourt sampai tampil di panggung JJF yang kapasitas penontonnya sangat besar. Inilah yang membuat kami terus bersemangat,” ujar Handy kepada djarumsupermild.com.
Tak berhenti sampai disitu. Meski peluh telah membasahi baju mereka, lagu ‘Masih’ dipersembahkan oleh band yang dijadwalkan akan manggung pada Djarum Supermild Java jazz Festival 2012, Sabtu, 3 Maret 2012 di B1 Hall, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
"Ke antartika, antartika. Ku akan mencoba yang aku bisa...“
Lagi-lagi penonton La Piazza terhipnotis, bernyanyi bersama-sama tanpa diminta. Rupanya mereka (penonton-red) telah paham bahwa lagu ini adalah penutup kangen dari band yang telah lama mereka rindukan. Mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bernyanyi bersama.
Tuesday, February 14, 2012
Lala Karmela Hentak JJOTM Tangerang
Luar Biasa! Java Jazz On The Move sukses ditutup oleh Lala Karmela tepat pukul 21.00 WIB. Dengan gitar kesayangannya, ia menyanyikan lagu ciptaanya “You got Me Again” yang ia ciptakan di Filiphina. Area West Atrium pun disesaki penonton yang ingin mendengarkan lima lagu-lagu jazz yang didendangkan gadis imut bernama asli Karmela Mudayatri Kartodirjo itu.
Meski mengakui kondisinya tidak fit, gadis kelahiran 2 April 1985 itu tetap profesional membawakan semua lagu dengan energi yang luar biasa. Lagu pertama “Rumour Has It” yang dipopulerkan oleh penyanyi Adele pun ia bawakan tanpa cela dan enerjik. Disusul dengan lagu kedua, “I don`t know what to wear” yang ia dedikasikan kepada semua wanita. Kali ini ia bawakan dengan lebih lembut
Lagu ketiga, ia membawakan “Satu Jam Saja” yang dipopulerkan oleh Sheila Madjid dengan warna music jazz. Uniknya, lagu ini seperti lagu yang benar-benar baru ketika wanita berkulit putih itu membawakannya.
“Ini benar-benar berbeda dan lagu ini juga akan saya bawakan di Djarum Supermild Java Jazz 2012 nanti,” ucapnya.
Selain di Mall Living World Tangerang ini, ia pun akan tampil di Java Jazz On The Move lainnya di Kampus Trisakti, 17 Februari 2012 pukul 15.00 WIB. Don`t Miss it! (Sri Wahyuni)
Sunday, February 12, 2012
JJOTM Goes to Living World
West Atrium Living Wolrd alam sutera mulai dipenuhi
pengunjung yang tak sabar melihat aksi Urban Path dan Lala Karmela dalam
Java Jazz On The Move. Meski bangku yang disediakan oleh panitia
terbatas, mereka tak segan untuk berdiri demi merasakan hentakan demi
hentakan alunan music yang jazzy.
Sebelum para musisi beraksi, MC pun membuka acara dengan
pengenalan Pre event Djarum Supermild Java Jazz 2012, Java Jazz On The
Move yang digelar di beberapa kota sejak Januari hingga akhir Februari
nanti. Rangkaian acara ini sebagai ‘warming up’ sebelum puncak acara
dimulai pada Maret mendatang.
Sebelum acara dimulai, beberapa kuis pun diadakan untuk mengundang pengunjung memadati area sekitar venue. Tiket gratis Djarum Supermild Java Jazz Festival pun dibagikan bagi mereka yang mampu menjawab kuis. Tergambar kegembiraan dari wajah mereka saat berhasil mendapatkan tiket gratis, bahkan ada beberapa pengunjung yang sengaja menunggu moment seperti ini demi kemudahan mendapatkan tiket di Java Jazz Festival 2-4 Maret 2011. Total 12 tiket gratis dibagikan untuk pengunjung Mall Living World, Serpong Tangerang.
Sekitar area panggung pun dihiasi berbagai boots seperti BNI, Eat&Go, Sindo Community dan Tuc. (Sri Wahyuni)
Sebelum acara dimulai, beberapa kuis pun diadakan untuk mengundang pengunjung memadati area sekitar venue. Tiket gratis Djarum Supermild Java Jazz Festival pun dibagikan bagi mereka yang mampu menjawab kuis. Tergambar kegembiraan dari wajah mereka saat berhasil mendapatkan tiket gratis, bahkan ada beberapa pengunjung yang sengaja menunggu moment seperti ini demi kemudahan mendapatkan tiket di Java Jazz Festival 2-4 Maret 2011. Total 12 tiket gratis dibagikan untuk pengunjung Mall Living World, Serpong Tangerang.
Sekitar area panggung pun dihiasi berbagai boots seperti BNI, Eat&Go, Sindo Community dan Tuc. (Sri Wahyuni)
Saturday, February 11, 2012
Kotak Feat Nabrassban
Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 bulan Maret nanti akan penuh kejutan. Tak hanya puluhan bintang jazz luar dan dalam negeri, pagelaran akbar musik Jazz terbesar ini pun akan menghadirkan musisi dari aliran musik yang berbeda.
Salah satunya adalah band Kotak. Band bergenre Progressive/Rock ini akan tampil pada 4 Maret 2012 di B2 Hall Kementerian Perdagangan. Sejak kemunculan mereka dari ajang sebuah kompetisi, power adalah kekuatan mereka. Didukung dengan suara berkarakter Tantri, penikmat musik Rock dibuat yakin bahwa mereka tahu apa yang disebut musik Rock.
Energi vokal Tantri yang dapat memanaskan suasana selalu menggairahkan setiap tubuh untuk bergerak enerjik. Selain power, lagu yang mereka bawakan juga sarat dengan muatan emosional. Ini terasa dalam setiap lagu yang mereka bawakan. Band yang digaungi Tantri (vokal), Cella(gitar), dan Cua (bass) ini banyak menghadirkan unsur modern rock. Mereka membangun ambience lagu bukan hanya lewat dentuman bas, raungan gitar dan gemuruh gebukan drum, tapi juga lewat programming dan sampling yang menghiasi aransemen musiknya.
Tak perlu diragukan lagi, band Kotak feat Nabrassban akan menjadi “little surprise” diantara puluhan penampilan musisi papan atas dunia jazz. Akankah band Kotak akan mengejutkan penonton Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 dengan membawakan lagu Jazz? Mungkin saja!
Penasaran seperti apa aksi mereka dalam perhelatan Jazz terbesar se-Asia Tenggara ke delapan ini? Catat tanggal aksinya ya! Panggung B2 Hall Kementerian Perdagangan, 4 Maret 2012 di JIExpo Kemayoran Jakarta. (Sri Wahyuni)
Friday, February 10, 2012
Legenda Jazz Bobby McFerrin
Selama tiga hari, pagelaran pesta jazz terakbar akan digelar Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dengan mengangkat tema “Don’t Worry Be Jazzy”, Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan menampilkan ikon musik jazz dari yang paling berkarakter hingga tunas muda calon bintang besar masa depan.
Salah satunya adalah Bobby McFerrin yang terkenal dengan lagu "Don't Worry Be Happy". Nama ini adalah salah satu vokalis jazz legendaris. Siapa yang tak tahu lagu di atas? Setiap lirik dan nadanya membuat siapapun yang mendengarnya akan tergugah semangatnya untuk kembali bersemangat.
Ini dikarenakan kemampuan olah vokalnya luar biasa. Mulai dari menyanyikan lagu dengan lumrah, vocalese, scatting, hingga mengikuti instrumen layaknya sebuah orkestra. Istimewanya lagi, penampilannya nanti di Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan diadakan tiga kali selama pagelaran musik jazz terbesar ini berlangsung. Bonusnya, kamu bisa menikmatinya secara gratis!
Pria kelahiran New York City, New York, USA, 11 Maret 1950 ini mendapatkan Grammy untuk "Vokalis pria terbaik”, “lagu terbaik”, dan “Record of the Year.” Lagunya "Don't Worry Be Happy," menjadi one top chart di Amerika pada September 1988. Uniknya, lagu ini adalah lagu acapella pertama yang menjadi top chart. Pria yang memiliki vokal range 4 oktaf ini adalah putra dari penyanyi opera 'Robert McFerrin'.
Bobby McFerrin disebut-sebut sebagai salah satu keajaiban alam di dunia musik. Tak heran sebab pemenang sepuluh kali penghargaan Grammy ini juga dikenal sebagai seorang konduktor di dunia klasik dan improvisers. Ia telah bekerjasama dengan Philharmonic New York, Cleveland Orchestra, Symphony Chicago, Orchestra Philadelphia, dan Philharmonic Wina.
Album rekamannya telah terjual lebih dari 20 juta eksemplar. Kolaborasinya dengan Yo-Yo Ma, Chick Corea, Philharmonic Wina, dan Herbie Hancock menjadikan ia sebagai duta dari dua dunia klasik dan jazz.
Oh ya, dalam Djarum Supermild Java Jazz 2012 nanti, Bobby McFerrin akan datang bersama putranya, Taylor McFerrin, seorang Beatboxer. Nah, jangan sampai ketinggal aksi legenda jazz dunia ya. Tanggal 2-4 Maret di di JIExpo Kemayoran, Jakarta. So...
Don’t Worry Be Jazzy”! (Sri Wahyuni)
Thursday, February 9, 2012
Mayer Hawthorne & The County
Sosok Mayer Hawthorne dapat dipastikan akan memeriahkan gelaran kedelapan Java Jazz International nanti. Penyanyi asli Amerika, produser, penulis lagu, arranger, audio engineer, DJ, rapper sekaligus multi-instrumentalist ini berdomisili di Los Angeles, California, USA.
Musisi yang memiliki nama asli Andrew Mayer Cohen ini memiliki pengaruh bermusik dari Curtis Mayfield , Isaac Hayes, Leroy Hutson, Mike Terry, Barry White, dan Smokey Robinson. Sedangkan "Mayer Hawthorne and The County" adalah nama Cohen yang biasa dipakai saat tampil dengan artis lain. Pada dasarnya, "The County" menurut Cohen adalah siapapun yang memainkan alat musik atau bernyanyi di albumnya.
Ia membawakan serta menciptakan lagu-lagu secara mendalam dari ranah kaum kulit hitam. Hal ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi musisi kulit putih. Musisi-musisi seperti mendiang Bill Evans atau Benny Goodman yang di jamannya merupakan musisi kulit putih yang cukup revolusioner sepertinya kini bereinkarnasi menjadi sesosok Mayer Hawthorne.
Lewat albumnya yang dirilis sejak 2009 lalu, ‘A Strange Arrangement’, Hawthorne mengingatkan kita pada sosok Ray Charles sang ‘King of Soul’ sepanjang masa. Mayer Hawthorne sebagai musisi multi instrumentalist bukan hanya sekedar menyanyikan lagu-lagu soul melainkan ia berperan sebagai arranger, produser sekaligus player dalam album yang digarapnya sendiri. Jelas, hal tersebut merupakan sebuah tanda nyata bahwa Hawthorne yang lebih dikenal sebagai DJ ini adalah seorang musisi jenius.
Selain itu, pria yang lahir dan dibesarkan di Ann Arbor, Michigan ini memiliki gaya vokal lay back yang terasa melayang-layang yang sekaligu menjadi tema utama dalam album A Strange Arrangement. Bukan hal mudah bagi setiap penyanyi untuk melakukannya. Ia seperti tahu bagaimana merasuki setiap jiwa pendengarnya dengan baik.
Jika melihat aksi panggungnya, bagai melihat kembali era kejayaan musik soul di tahun 60an. Apalagi dalam album A Strange Arrangementnya. Lagu ‘Shiny and New’ dan ‘A Strange Arrangement’ merupakan lagu yang melankolik yang kemungkinan menjadi soundtrack para makhluk galau.
Totalitas bermusiknya bagai membangkitkan musik soul yang kiranya sudah cukup lama tertidur di tengah kerumunan musik-musik pop. Bagaimana? Penasaran ingin melihat aksi panggungnya bersama ‘The County’? Ia akan tampil dua kali di A3 BNI Hall, Sabtu 3 Maret 2012 dan Minggu, 4 Maret 2012 di A1 BNI Hall. (Sri Wahyuni)
Wednesday, February 8, 2012
Erykah Badu- “First Lady of Neo Soul”
Bagi pecinta musik jazz, nama Erykah Badu bukanlah nama asing lagi. Wanita yang terlahir dengan nama Erica Abi Wright ini adalah penyanyi soul dan R&B wanita kenamaan dengan pesona eksentrik yang lebih dikenal dengan nama Erykah Badu.
Mulai dari aksi panggung yang tak biasa hingga dandanan yang cukup nyentrik ia tampilkan untuk memberi warna ‘beda’ dari suatu bentuk seni pertunjukkan yang ia suguhkan. Penyanyi R&B Soul asal Texas, Amerika ini akan tampil di satu pagelaran Jazz terbesar di dunia yang telah menginjak tahun ke-8, Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012.
Kabar ini pertama kali dibeberkan pada Sabtu (17/12) lalu melalui akun Twitter resmi Java Jazz di @JavaJazzFest dengan kicauan yang berbunyi: “New CONFIRMED artist lineup to perform at #JJF2012 : ERYKAH BADU!”
Erykah akan tampil di hari pertama Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, 2 Maret 2012. Penampilannya tersebut tercantum sebagai special show dengan harga tiket relatif terjangkau, Rp 110 ribu.
Mengenai harga tiket special show yang lebih murah dibanding tahun-tahun sebelumnya ini pun, Peter F. Gontha selaku bos besar promotor Java Festival Production mengatakan bahwa ia ingin agar sekumpulan special show tersebut dapat dinikmati lebih banyak orang. Selain itu, ia juga berharap bahwa penetapan harga yang ramah ini dapat menjadi sebuah terobosan tersendiri.
Dengan mengangkat tema “Don’t Worry Be Jazzy”, Erykah dipastikan tetap akan membawakan lagu-lagu andalannya dengan nuansa neo-soul dan Jazz yang khas Erykah! Warna vokalnya yang sering dipadankan dengan legenda jazz vocalist Billie Holiday. Ia juga dijuluki sebagai “Queen of Neo-Soul” karena perannya yang penting penting dalam kemunculan sub-genre neo soul. Ia pun disebut sebagai “First Lady of Neo Soul” oleh banyak pihak.
Ia mulai dikenal orang banyak ketika merilis album perdana bertajuk Baduizm pada 1997. Selain itu, ia juga telah merilis lima album studio yang masing-masing berjudul Baduizm pada 1997, Mama’s Gun pada 2000, Worldwide Underground pada 2003, New Amerykah Part One (4th World War) pada 2008, dan New Amerykah Part Two (Return of the Ankh) pada 2010.
Ia telah menerima total lima puluh tujuh nominasi dan enam belas trofi dari berbagai macam penghargaan. Ia memenangi empat Grammy Awards, yaitu pada kategori Best Female R&B Vocal Performance untuk lagu “On & On”, Best R&B Album untuk Baduizm, Best Rap Perfomance by a Duo or Group untuk lagu “You Got Me”, dan Best R&B Song untuk lagu “Love of My Life (An Ode to Hip-Hop)”.
(Sri Wahyuni)
Saturday, February 4, 2012
Gitar dan Dewa Budjana
Jika
bertanya siapa soulmate Dewa Budjana kepada Denny Sakrie (pengamat musik),
pastilah jawabnya adalah gitar. Gitar adalah sebuah kehormatan dan harga diri. Ini
diperlihatkan ketika menggelar konser tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta,
yang dibarengi peluncuran buku Gitarku, Hidupku, Kekasihku.
Kekaguman dan luapan rasa cinta Budjana terhadap sosok wanita juga sangat
terasa dalam beberapa komposisi karyanya. Pada saat itu Budjana menggunakan 8
gitar kesayangannya, termasuk gitar Parker Fly yang diberinya nama Saraswati.
Siapa yang tak
kenal Dewa Budjana? Malang melintang di dunia musik Indonesia dengan sejuta
karya. Gitaris, komposer sekaligus produser. Pria kelahiran 30 Agustus 1963 di
Waikubak, Sumba Barat ini telah mengakar di band GIGI lantaran perannya sebagai
gitaris dan pencipta lagu. Tak pelak kesuksesan band yang didirikannya bersama
Armand Maulana ini tak lepas dari tangan dingin Budjana.
Ia mampu
menyatukan kekuatan musik rock dan pop secara bersama-sama. Musikalisasi dari
petikan gitarnya membawa ia menjadi salah satu gitaris top papan atas
Indonesia. Bakatnya telah terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah dasar di
Klungkung Bali. Keinginannya untuk belajar gitar sangat dominan, sampai-sampai
ia harus mencuri uang neneknya pada saat usia 11 tahun untuk membeli gitar
seharga Rp 10.000 saat itu.
Sejak saat itulah
Budjana kecil tidak memiliki semangat untuk bersekolah karena baginya gitar
adalah nomor satu. Belajar otodidak, dia mampu dengan cepat dan mahir memainkan
lagu Deddy Dores berjudul “Hilangnya Seorang Gadis” dan lagunya The Rollies berjudul
“Setangkai Bunga”.
Ketika
pindah ke Surabaya pada tahun 1976, ia semakin bergairah bermain musik. Namanya
pun mulai dikenal di Surabaya. Jalannya menggapai mimpi ia mulai dengan
mengambil kursus musik klasik dan bergabung dengan sebuah band jazz pertama. Kemudian,
pada tahun 1981 dia membeli sebuah gitar listrik ( Aria Pro II) dan mulai
bermain musik dengan banyak orang yang berbeda. Perlahan-lahan gaya musiknya
mulai berubah dari rock, pop ke jazz. Saat itu ia mulai terpengaruh oleh John
McLaughlin dari Mahavishnu Orchestra, Chick Corea, Gentle Giant, Kansas,
Tangerine Dream, American Garage, Pat Metheny dan Allan Holdsworth.
Kelihaiannya memetik gitar membuahkan hasil. Bersama bandnya ‘Squirrel’,
Dewa Budjana memulai karirnya sebagai gitaris komposer, padahal ia masih duduk
di bangku SMA. Ketika band lokal jazz memainkan lagu-lagu popular dari band
lain, ia menciptakan komposisi Nusa Damai yang membawa bandnya menjadi Band
Terbaik di Light Music Contest pada 1984 yang diselenggarakan di Teater
Terbuka, Taman Ismail Marzuki. Ia pun menjadi pemain gitar terbaik.
Setahun kemudian, ia hijrah ke Jakarta dan membawanya ke Jack
Lesmana seorang legenda jazz Indonesia yang memperkenalkannya kepada musisi
profesional lainnya. Dari beliau Budjana
banyak mengenal dan mendapatkan pengetahuan mengenai filosofi-filosofi dalam
bermain jazz, termasuk tentu saja bermain standard jazz dengan lebih baik.
Beruntung tidak berapa lama setelah itu Budjana mulai banyak
mendapatkan tawaran untuk mengisi rekaman-rekaman kaset seperti pada album solo
Indra Lesmana, Catatan si Boy II, Andre Hehanussa, Heidy Yunus, Memes, Chrisye,
Mayangsari, Dewi Gita, Desy Ratnasari, Potret, Trakebah, Caesar (Deddy Dores), Nike
Ardila dan lain-lain.
Sebelum bergabung dengan GIGI, ia sempat bergabung ke Spirit band
dan sempat merilis dua album, yang pertama berjudul "Spirit"
dan yang ke dua berjudul "Mentari". Ia memutuskan keluar dan bergabung dalam Java
Jazz (Indra Lesmana). Tak hanya itu, ia juga sempat bermain dengan banyak band
seperti Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa Orkestra, Elfa's Big Band dan Twilite
Orchestra.
Masih
setia dengan GIGI yang dibentuknya pada tahun 1994 bersama Baron (gitar), Thomas
(bass), Armand Maulana (vokal) dan Ronald (drum). Bersamaan dengan GIGI di
album yang ke enam, Budjana mencoba meneruskan cita-citanya yang dulu yaitu
membuat album solo jazz. Sejak saat itu Budjana telah merilis sebanyak 4 album
solo yang berjudul : Nusa Damai, Gitarku, Samsara dan
Home yang merupakan album penghormatan kepada korban bencana Tsunami.
Thursday, February 2, 2012
Menunggu Penampilan TRISUM
JAKARTA - Bisa dibilang mereka adalah ‘dedengkot’nya para musisi Indonesia yang
tak asing lagi di telinga para penikmat musik tanah air. Trisum adalah
proyek yang digagas oleh Dewa Budjana dan Tohpati. Mereka tampil pertama
kali di Taman Ismail Marzuki tahun 2005. Konser itu direkam dan
kemudian dirilis menjadi sebuah album CD dan DVD. Tak seperti sekarang,
formasi pada saat itu plus Balawan (gitar), Eugene (flute/klarinet),
Saat (suling) dan Sandy Winarta (drums). Trisum sempat pula tampil
dengan formasi lain bersama Donny Suhendra dan Yesaya Sumantri.
Namun kini, Trisum telah kokoh dengan personil Dewa Budjana, Tohpati, Wayan Balawan, Indro Hardjokodikoro dan Yesaya Sumantri. Sebelum tampil pada 2 Maret 2012 di A3 BNI Hall, yuk kita lirik masing-masing profil personilnya.
Dewa Budjana, siapa yang tak kenal gitaris band rock kenamaan, GIGI. Telah malang-melintang didunia rekaman maupun panggung pertunjukan di tanah air. Salah satunya karyanya dengan maestro pianis, Bubi Chen dalam sebuah nomor ragtime.
Sementara Tohpati atau yang akrab disapa Bontot merupakan gitaris yang juga kerap tampil di televisi mengiringi banyak penyanyi terkenal di Indonesia. Ia juga sebagai co-leader dikelompok simakDialog. Bersama Riza Arshad dan kawan-kawan, Bontot telah merilis 4 buah album.
Wayan Balawan, merupakan gitaris yang memiliki keunikan permainan. Ia disebut-sebut sebagai Stanley Jordan-nya Indonesia, karena kemampuan tapping-technique-nya. Bersama Batuan Ethnic Fusion ia merilis album bertitel gloBALIsm, yang kemudian disusul sebuah album solo yang direkam di Acoustic Records, sebuah perusahaan rekaman Jerman.
Bassis Indro Hardjodikoro sebelumnya pernah bergabung dengan simakDialog bersama Tohpati, Arie Ayunir dan Riza Arshad. Tapi ia keluar dari grup tersebut dan menjadi kawan setia Tohpati di grup Ethnomission. Pria yang juga telah menelurkan banyak murid-murid berbakat ini, juga mengisi bass untuk sederet penyanyi-penyanyi Indonesia seperti Chrisye, 3Diva, Krisdayanti, Ruthsahanaya dan artis-artis international seperti Dave Koz, Eric Marienthal, George Duke, Sheila Majid, Asia Rythm Beat bersama Lewis Pragasm dan masterclass di Rythm and Groove Music Camp di Jakarta bersama Victor wooten. Ia merilis album solonya ‘The Fingers’ tahun lalu.
Yesaya Sumantri merupakan salah satu drummer muda yang memiliki jam terbang tinggi. Selain bersama Trisum, ia juga mendukung Tompi dan terkadang beberapa kelompok musik lainnya.
Jangan lewatkan penampilan mereka dalam Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tanggal 2 Maret 2012. Siapa tahu mereka akan membawakan salah satu lagu dari album mereka, “Five in One” yang mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’. (Yuni)
Namun kini, Trisum telah kokoh dengan personil Dewa Budjana, Tohpati, Wayan Balawan, Indro Hardjokodikoro dan Yesaya Sumantri. Sebelum tampil pada 2 Maret 2012 di A3 BNI Hall, yuk kita lirik masing-masing profil personilnya.
Dewa Budjana, siapa yang tak kenal gitaris band rock kenamaan, GIGI. Telah malang-melintang didunia rekaman maupun panggung pertunjukan di tanah air. Salah satunya karyanya dengan maestro pianis, Bubi Chen dalam sebuah nomor ragtime.
Sementara Tohpati atau yang akrab disapa Bontot merupakan gitaris yang juga kerap tampil di televisi mengiringi banyak penyanyi terkenal di Indonesia. Ia juga sebagai co-leader dikelompok simakDialog. Bersama Riza Arshad dan kawan-kawan, Bontot telah merilis 4 buah album.
Wayan Balawan, merupakan gitaris yang memiliki keunikan permainan. Ia disebut-sebut sebagai Stanley Jordan-nya Indonesia, karena kemampuan tapping-technique-nya. Bersama Batuan Ethnic Fusion ia merilis album bertitel gloBALIsm, yang kemudian disusul sebuah album solo yang direkam di Acoustic Records, sebuah perusahaan rekaman Jerman.
Bassis Indro Hardjodikoro sebelumnya pernah bergabung dengan simakDialog bersama Tohpati, Arie Ayunir dan Riza Arshad. Tapi ia keluar dari grup tersebut dan menjadi kawan setia Tohpati di grup Ethnomission. Pria yang juga telah menelurkan banyak murid-murid berbakat ini, juga mengisi bass untuk sederet penyanyi-penyanyi Indonesia seperti Chrisye, 3Diva, Krisdayanti, Ruthsahanaya dan artis-artis international seperti Dave Koz, Eric Marienthal, George Duke, Sheila Majid, Asia Rythm Beat bersama Lewis Pragasm dan masterclass di Rythm and Groove Music Camp di Jakarta bersama Victor wooten. Ia merilis album solonya ‘The Fingers’ tahun lalu.
Yesaya Sumantri merupakan salah satu drummer muda yang memiliki jam terbang tinggi. Selain bersama Trisum, ia juga mendukung Tompi dan terkadang beberapa kelompok musik lainnya.
Jangan lewatkan penampilan mereka dalam Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tanggal 2 Maret 2012. Siapa tahu mereka akan membawakan salah satu lagu dari album mereka, “Five in One” yang mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’. (Yuni)
Subscribe to:
Posts (Atom)

















