West Atrium Living Wolrd alam sutera mulai dipenuhi
pengunjung yang tak sabar melihat aksi Urban Path dan Lala Karmela dalam
Java Jazz On The Move. Meski bangku yang disediakan oleh panitia
terbatas, mereka tak segan untuk berdiri demi merasakan hentakan demi
hentakan alunan music yang jazzy.
Sebelum para musisi beraksi, MC pun membuka acara dengan
pengenalan Pre event Djarum Supermild Java Jazz 2012, Java Jazz On The
Move yang digelar di beberapa kota sejak Januari hingga akhir Februari
nanti. Rangkaian acara ini sebagai ‘warming up’ sebelum puncak acara
dimulai pada Maret mendatang.
Sebelum acara dimulai, beberapa kuis pun diadakan untuk
mengundang pengunjung memadati area sekitar venue. Tiket gratis Djarum
Supermild Java Jazz Festival pun dibagikan bagi mereka yang mampu
menjawab kuis. Tergambar kegembiraan dari wajah mereka saat berhasil
mendapatkan tiket gratis, bahkan ada beberapa pengunjung yang sengaja
menunggu moment seperti ini demi kemudahan mendapatkan tiket di Java
Jazz Festival 2-4 Maret 2011. Total 12 tiket gratis dibagikan untuk
pengunjung Mall Living World, Serpong Tangerang.
Sekitar area panggung pun dihiasi berbagai boots seperti BNI, Eat&Go, Sindo Community dan Tuc. (Sri Wahyuni)
Showing posts with label Djarum super. Show all posts
Showing posts with label Djarum super. Show all posts
Sunday, February 12, 2012
Saturday, February 11, 2012
Kotak Feat Nabrassban
Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 bulan Maret nanti akan penuh kejutan. Tak hanya puluhan bintang jazz luar dan dalam negeri, pagelaran akbar musik Jazz terbesar ini pun akan menghadirkan musisi dari aliran musik yang berbeda.
Salah satunya adalah band Kotak. Band bergenre Progressive/Rock ini akan tampil pada 4 Maret 2012 di B2 Hall Kementerian Perdagangan. Sejak kemunculan mereka dari ajang sebuah kompetisi, power adalah kekuatan mereka. Didukung dengan suara berkarakter Tantri, penikmat musik Rock dibuat yakin bahwa mereka tahu apa yang disebut musik Rock.
Energi vokal Tantri yang dapat memanaskan suasana selalu menggairahkan setiap tubuh untuk bergerak enerjik. Selain power, lagu yang mereka bawakan juga sarat dengan muatan emosional. Ini terasa dalam setiap lagu yang mereka bawakan. Band yang digaungi Tantri (vokal), Cella(gitar), dan Cua (bass) ini banyak menghadirkan unsur modern rock. Mereka membangun ambience lagu bukan hanya lewat dentuman bas, raungan gitar dan gemuruh gebukan drum, tapi juga lewat programming dan sampling yang menghiasi aransemen musiknya.
Tak perlu diragukan lagi, band Kotak feat Nabrassban akan menjadi “little surprise” diantara puluhan penampilan musisi papan atas dunia jazz. Akankah band Kotak akan mengejutkan penonton Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 dengan membawakan lagu Jazz? Mungkin saja!
Penasaran seperti apa aksi mereka dalam perhelatan Jazz terbesar se-Asia Tenggara ke delapan ini? Catat tanggal aksinya ya! Panggung B2 Hall Kementerian Perdagangan, 4 Maret 2012 di JIExpo Kemayoran Jakarta. (Sri Wahyuni)
Monday, February 6, 2012
Trio Lestari Siap Tampil di JJF 2012
Ketiganya memiliki nama besar, memiliki skil dan talenta bermusik yang sudah tidak diragukan lagi, dan memiliki penggemar yang luar biasa banyaknya. Dedikasi ketiga artis ini dalam dunia musik juga sudah teruji. Siapa lagi kalau bukan Tompi, Glenn Fredly dan Sandhy Sondoro. Tiga penyanyi papan atas Indonesia ini tergabung dalam kelompok Trio Lestari.
Mereka menggebrak dunia musik Indonesia dengan membuat konser musik yang sukses dan tiada duanya. Konser pertama mereka telah berlangsung di Central Park, Jakarta pada 17 Juni 2011 lalu, setelah itu konser-konser di kota lainnya pun telah menunggu penampilan Trio ini dalam konser bertajuk Surya 16, An Exclusive Experience with Tompi, Glenn Fredly, Sandhy Sondoro, tahun lalu.
Ketiga kampiun musik Indonesia ini memiliki kekuatan masing-masing yang tiada duanya. Kelebihan mereka disatukan namun bukan jadinya berantakan namun menjadi sinergi yang mumpuni untuk memukau telinga siapapun yang mendengarnya.
Glen Fredly dengan gaya suara dan musik pop R ‘nB nya yang sering memakai suara tinggi baik valsetto maupun non valsetto. Tompi dengan suara Jazzinya yang dikemasnya secara dinamis menggunakan range vokal yang luas, mampu bernada tinggi tapi berkarakter vokal yang tebal. Sedangkan Sandy mempunyai suara lebih dominan musik Blous yang mudah dalam menjangkau nada tinggi dan berat.
"Saya hitungan-nya sebagai anak baru di Indonesia, mereka berdua ini dah jago, jadi saya senang bisa explore musik dengan mereka," kata Sandhy Sundoro di suatu kesempatan.
Untuk keberadaannya di dunia musik sendiri, mereka mempunyai tempat khusus di mata penggemarnya. Glen yang peduli terhadap masalah sosial melalui jalan kebudayaan, Tompi dengan image seorang dokter yang kerap membuat hits dan Sandy dengan bakat alam yang diakui dunia Internasional akan bersatu dalam kekuatan luar biasa.
Tak diragukan lagi, bahwa ketiga artis ini mempunyai kekuatan secara eksistensi dan musikalitas. Dan ketiganya adalah penyanyi pria terbaik dan terpopuler di Indonesia. Kemudian ini menjadi pernyataan yang secara tak langsung menyatakan bahwa ketiga artis ini akan sangat dahsyat jika disatukan dalam satu panggung dan pasti akan mengundang apresiasi dan animo yang hebat dari penikmat musik Indonesia.
Penasaran bagaimana penampilan tiga kampiun musik Indonesia di Djarum Super Mild Java Jazz 2012? Segera catat tanggal mainnya, 4 Maret 2012 di B1 Hall. Don`t Miss It!
Saturday, February 4, 2012
Gitar dan Dewa Budjana
Jika
bertanya siapa soulmate Dewa Budjana kepada Denny Sakrie (pengamat musik),
pastilah jawabnya adalah gitar. Gitar adalah sebuah kehormatan dan harga diri. Ini
diperlihatkan ketika menggelar konser tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta,
yang dibarengi peluncuran buku Gitarku, Hidupku, Kekasihku.
Kekaguman dan luapan rasa cinta Budjana terhadap sosok wanita juga sangat
terasa dalam beberapa komposisi karyanya. Pada saat itu Budjana menggunakan 8
gitar kesayangannya, termasuk gitar Parker Fly yang diberinya nama Saraswati.
Siapa yang tak
kenal Dewa Budjana? Malang melintang di dunia musik Indonesia dengan sejuta
karya. Gitaris, komposer sekaligus produser. Pria kelahiran 30 Agustus 1963 di
Waikubak, Sumba Barat ini telah mengakar di band GIGI lantaran perannya sebagai
gitaris dan pencipta lagu. Tak pelak kesuksesan band yang didirikannya bersama
Armand Maulana ini tak lepas dari tangan dingin Budjana.
Ia mampu
menyatukan kekuatan musik rock dan pop secara bersama-sama. Musikalisasi dari
petikan gitarnya membawa ia menjadi salah satu gitaris top papan atas
Indonesia. Bakatnya telah terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah dasar di
Klungkung Bali. Keinginannya untuk belajar gitar sangat dominan, sampai-sampai
ia harus mencuri uang neneknya pada saat usia 11 tahun untuk membeli gitar
seharga Rp 10.000 saat itu.
Sejak saat itulah
Budjana kecil tidak memiliki semangat untuk bersekolah karena baginya gitar
adalah nomor satu. Belajar otodidak, dia mampu dengan cepat dan mahir memainkan
lagu Deddy Dores berjudul “Hilangnya Seorang Gadis” dan lagunya The Rollies berjudul
“Setangkai Bunga”.
Ketika
pindah ke Surabaya pada tahun 1976, ia semakin bergairah bermain musik. Namanya
pun mulai dikenal di Surabaya. Jalannya menggapai mimpi ia mulai dengan
mengambil kursus musik klasik dan bergabung dengan sebuah band jazz pertama. Kemudian,
pada tahun 1981 dia membeli sebuah gitar listrik ( Aria Pro II) dan mulai
bermain musik dengan banyak orang yang berbeda. Perlahan-lahan gaya musiknya
mulai berubah dari rock, pop ke jazz. Saat itu ia mulai terpengaruh oleh John
McLaughlin dari Mahavishnu Orchestra, Chick Corea, Gentle Giant, Kansas,
Tangerine Dream, American Garage, Pat Metheny dan Allan Holdsworth.
Kelihaiannya memetik gitar membuahkan hasil. Bersama bandnya ‘Squirrel’,
Dewa Budjana memulai karirnya sebagai gitaris komposer, padahal ia masih duduk
di bangku SMA. Ketika band lokal jazz memainkan lagu-lagu popular dari band
lain, ia menciptakan komposisi Nusa Damai yang membawa bandnya menjadi Band
Terbaik di Light Music Contest pada 1984 yang diselenggarakan di Teater
Terbuka, Taman Ismail Marzuki. Ia pun menjadi pemain gitar terbaik.
Setahun kemudian, ia hijrah ke Jakarta dan membawanya ke Jack
Lesmana seorang legenda jazz Indonesia yang memperkenalkannya kepada musisi
profesional lainnya. Dari beliau Budjana
banyak mengenal dan mendapatkan pengetahuan mengenai filosofi-filosofi dalam
bermain jazz, termasuk tentu saja bermain standard jazz dengan lebih baik.
Beruntung tidak berapa lama setelah itu Budjana mulai banyak
mendapatkan tawaran untuk mengisi rekaman-rekaman kaset seperti pada album solo
Indra Lesmana, Catatan si Boy II, Andre Hehanussa, Heidy Yunus, Memes, Chrisye,
Mayangsari, Dewi Gita, Desy Ratnasari, Potret, Trakebah, Caesar (Deddy Dores), Nike
Ardila dan lain-lain.
Sebelum bergabung dengan GIGI, ia sempat bergabung ke Spirit band
dan sempat merilis dua album, yang pertama berjudul "Spirit"
dan yang ke dua berjudul "Mentari". Ia memutuskan keluar dan bergabung dalam Java
Jazz (Indra Lesmana). Tak hanya itu, ia juga sempat bermain dengan banyak band
seperti Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa Orkestra, Elfa's Big Band dan Twilite
Orchestra.
Masih
setia dengan GIGI yang dibentuknya pada tahun 1994 bersama Baron (gitar), Thomas
(bass), Armand Maulana (vokal) dan Ronald (drum). Bersamaan dengan GIGI di
album yang ke enam, Budjana mencoba meneruskan cita-citanya yang dulu yaitu
membuat album solo jazz. Sejak saat itu Budjana telah merilis sebanyak 4 album
solo yang berjudul : Nusa Damai, Gitarku, Samsara dan
Home yang merupakan album penghormatan kepada korban bencana Tsunami.
Thursday, February 2, 2012
Menunggu Penampilan TRISUM
JAKARTA - Bisa dibilang mereka adalah ‘dedengkot’nya para musisi Indonesia yang
tak asing lagi di telinga para penikmat musik tanah air. Trisum adalah
proyek yang digagas oleh Dewa Budjana dan Tohpati. Mereka tampil pertama
kali di Taman Ismail Marzuki tahun 2005. Konser itu direkam dan
kemudian dirilis menjadi sebuah album CD dan DVD. Tak seperti sekarang,
formasi pada saat itu plus Balawan (gitar), Eugene (flute/klarinet),
Saat (suling) dan Sandy Winarta (drums). Trisum sempat pula tampil
dengan formasi lain bersama Donny Suhendra dan Yesaya Sumantri.
Namun kini, Trisum telah kokoh dengan personil Dewa Budjana, Tohpati, Wayan Balawan, Indro Hardjokodikoro dan Yesaya Sumantri. Sebelum tampil pada 2 Maret 2012 di A3 BNI Hall, yuk kita lirik masing-masing profil personilnya.
Dewa Budjana, siapa yang tak kenal gitaris band rock kenamaan, GIGI. Telah malang-melintang didunia rekaman maupun panggung pertunjukan di tanah air. Salah satunya karyanya dengan maestro pianis, Bubi Chen dalam sebuah nomor ragtime.
Sementara Tohpati atau yang akrab disapa Bontot merupakan gitaris yang juga kerap tampil di televisi mengiringi banyak penyanyi terkenal di Indonesia. Ia juga sebagai co-leader dikelompok simakDialog. Bersama Riza Arshad dan kawan-kawan, Bontot telah merilis 4 buah album.
Wayan Balawan, merupakan gitaris yang memiliki keunikan permainan. Ia disebut-sebut sebagai Stanley Jordan-nya Indonesia, karena kemampuan tapping-technique-nya. Bersama Batuan Ethnic Fusion ia merilis album bertitel gloBALIsm, yang kemudian disusul sebuah album solo yang direkam di Acoustic Records, sebuah perusahaan rekaman Jerman.
Bassis Indro Hardjodikoro sebelumnya pernah bergabung dengan simakDialog bersama Tohpati, Arie Ayunir dan Riza Arshad. Tapi ia keluar dari grup tersebut dan menjadi kawan setia Tohpati di grup Ethnomission. Pria yang juga telah menelurkan banyak murid-murid berbakat ini, juga mengisi bass untuk sederet penyanyi-penyanyi Indonesia seperti Chrisye, 3Diva, Krisdayanti, Ruthsahanaya dan artis-artis international seperti Dave Koz, Eric Marienthal, George Duke, Sheila Majid, Asia Rythm Beat bersama Lewis Pragasm dan masterclass di Rythm and Groove Music Camp di Jakarta bersama Victor wooten. Ia merilis album solonya ‘The Fingers’ tahun lalu.
Yesaya Sumantri merupakan salah satu drummer muda yang memiliki jam terbang tinggi. Selain bersama Trisum, ia juga mendukung Tompi dan terkadang beberapa kelompok musik lainnya.
Jangan lewatkan penampilan mereka dalam Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tanggal 2 Maret 2012. Siapa tahu mereka akan membawakan salah satu lagu dari album mereka, “Five in One” yang mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’. (Yuni)
Namun kini, Trisum telah kokoh dengan personil Dewa Budjana, Tohpati, Wayan Balawan, Indro Hardjokodikoro dan Yesaya Sumantri. Sebelum tampil pada 2 Maret 2012 di A3 BNI Hall, yuk kita lirik masing-masing profil personilnya.
Dewa Budjana, siapa yang tak kenal gitaris band rock kenamaan, GIGI. Telah malang-melintang didunia rekaman maupun panggung pertunjukan di tanah air. Salah satunya karyanya dengan maestro pianis, Bubi Chen dalam sebuah nomor ragtime.
Sementara Tohpati atau yang akrab disapa Bontot merupakan gitaris yang juga kerap tampil di televisi mengiringi banyak penyanyi terkenal di Indonesia. Ia juga sebagai co-leader dikelompok simakDialog. Bersama Riza Arshad dan kawan-kawan, Bontot telah merilis 4 buah album.
Wayan Balawan, merupakan gitaris yang memiliki keunikan permainan. Ia disebut-sebut sebagai Stanley Jordan-nya Indonesia, karena kemampuan tapping-technique-nya. Bersama Batuan Ethnic Fusion ia merilis album bertitel gloBALIsm, yang kemudian disusul sebuah album solo yang direkam di Acoustic Records, sebuah perusahaan rekaman Jerman.
Bassis Indro Hardjodikoro sebelumnya pernah bergabung dengan simakDialog bersama Tohpati, Arie Ayunir dan Riza Arshad. Tapi ia keluar dari grup tersebut dan menjadi kawan setia Tohpati di grup Ethnomission. Pria yang juga telah menelurkan banyak murid-murid berbakat ini, juga mengisi bass untuk sederet penyanyi-penyanyi Indonesia seperti Chrisye, 3Diva, Krisdayanti, Ruthsahanaya dan artis-artis international seperti Dave Koz, Eric Marienthal, George Duke, Sheila Majid, Asia Rythm Beat bersama Lewis Pragasm dan masterclass di Rythm and Groove Music Camp di Jakarta bersama Victor wooten. Ia merilis album solonya ‘The Fingers’ tahun lalu.
Yesaya Sumantri merupakan salah satu drummer muda yang memiliki jam terbang tinggi. Selain bersama Trisum, ia juga mendukung Tompi dan terkadang beberapa kelompok musik lainnya.
Jangan lewatkan penampilan mereka dalam Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, tanggal 2 Maret 2012. Siapa tahu mereka akan membawakan salah satu lagu dari album mereka, “Five in One” yang mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’. (Yuni)
Wednesday, February 1, 2012
60.000 Pasang Mata jadi Saksi Pertunjukkan Spektakuler 2012
ANCOL – Sebanyak 60.000 pengunjung memadati kawasan pantai carnival Ancol demi menyaksikan pertunjukkan kembang api dengan iringan music rock terlama tahun ini. Pertunjukkan ini pun telah memecahkan rekor IBOR (Indonesia Book Of Record), lebih lama 5 menit dengan tambahan 5000 tembakan kembang api dari tahun lalu yang juga dipecahkan oleh tim Firemaxx Bumame Indonesia bekerjasama dengan Taman Impian Jaya Ancol.
“Tahun lalu sebanyak 38.000 orang dan tahun ini pengunjung meningkat dua kali lipat dari tahun lalu,” ujar Direktur Rekreasi PT.Pembangunan Jaya Ancol Tbk. kepada wartawan.
Menurut Doni, komisaris Firemaxx Bumame Indonesia, kembang api yang ditembakan khusus diimpor dari Cina. Pertunjukkan kali ini pun merupakan pembuka dari rencana acara International Festival Firework di Indonesia. “Baru rencana dan semoga saja bisa dilaksanakan,” harapnya.
Dari segi teknologi, perlengkapan yang digunakan lebih canggih dan lebih baru dari tahun lalu dengan tingkat delay lebih sedikit yakni 0,015 detik untuk setiap tembakannya. Pertunjukkan kembang api ini merupakan pertunjukkan terbaru dengan sebagian besar musik yang digunakan adalah musik rock yang jarang digunakan pada pertunjukkan kembang api musikal pada umumnya.
“Jika biasanya musik orchestra yang digunakan, tahun ini kami menggunakan music rock yang menghentak. Namun lagu yang disajikan merupakan lagu yang sudah familiar di telinga pengunjung,” papar Sherwin Djajadi, Fireworks show designer.
Thursday, January 26, 2012
Pecahkan Rekor Pertunjukkan Kembang Api Terbesar 2012!
JAKARTA - Tinggal menghitung hari, pertunjukkan
spektakuler kembang api terbesar di Indonesia akan kembali digelar pada
sabtu, 28 Januari 2012 esok. Bukan sembarang pertunjukkan kembang api
yang akan anda saksikan tapi sebuah pertunjukkan kembang api yang
dipadukan dengan iringan musik (musical fireworks) spektakuler.
Tahun ini adalah tahun kedua kerjasama Taman Impian Jaya Ancol dengan PT Firemaxx Bumame Indonesia dalam menyuguhkan pertunjukkan spektakuler kembang api dengan iringan musik. Tahun lalu acara ini memecahkan rekor MURI sebagai pertunjukan musical firework terbesar di Indonesia dengan jumlah ledakan 25,000 dan durasi pertunjukan 18 menit pada 8 Januari 2011 lalu. Musikal tahun ini akan dimainkan lebih besar dan lebih lama, yakni 25 menit.
Tahun lalu, dengan mengusung tema “The Thrilling Spectacular Fireworks in Ancol Sky”, pesta kembang api musikal berdurasi 18 menit yang digelar di Le Bridge Beachpool Taman Impian Jaya Ancol tersebut sekaligus mengawali dimulainya rangkaian acara yang akan disajikan kepada pengunjung selama 2011.
Doni Moeljadi, PT Firemaxx Burmame Indonesia mengatakan bahwa pertunjukkan kembang api tahun lalu merupakan pertunjukkan kembang api lima kali lebih besar daripada malam perayaan tahun baru, HUT RI, atau HUT DKI Jakarta.
"Kita memikirkan sesuatu yang out of the box. Kali ini, 5 (lima) kali lebih besar dibandingkan dengan perayaan pada Malam Tahun Baru," jelasnya.
Jika biasanya mata pengunjung Ancol dihibur dengan 4.000 shoots (tembakan) kembang api, tahun lalu sebanyak 25.000 shoots kembang api akan dilontarkan ke udara mewarnai langit kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang akan diselaraskan dengan iringan musik.
Jika tahun lalu saja momen ini adalah momen tak terlupakan, apalagi tahun ini yang akan memecahkan rekor MURI untuk pertunjukkan kembang api dengan musik dengan 30.000 shoots kembang api selama 25 menit.
Sudah tidak sabar kan untuk menyaksikan salah satu event spekatkuler tahun ini? Datang langsung ke Djarum Super Mild Musical Fireworks di Dermaga Beachpool, Le Bridge, Ancol, 28 Januari. (Yuni)
Tahun ini adalah tahun kedua kerjasama Taman Impian Jaya Ancol dengan PT Firemaxx Bumame Indonesia dalam menyuguhkan pertunjukkan spektakuler kembang api dengan iringan musik. Tahun lalu acara ini memecahkan rekor MURI sebagai pertunjukan musical firework terbesar di Indonesia dengan jumlah ledakan 25,000 dan durasi pertunjukan 18 menit pada 8 Januari 2011 lalu. Musikal tahun ini akan dimainkan lebih besar dan lebih lama, yakni 25 menit.
Tahun lalu, dengan mengusung tema “The Thrilling Spectacular Fireworks in Ancol Sky”, pesta kembang api musikal berdurasi 18 menit yang digelar di Le Bridge Beachpool Taman Impian Jaya Ancol tersebut sekaligus mengawali dimulainya rangkaian acara yang akan disajikan kepada pengunjung selama 2011.
Doni Moeljadi, PT Firemaxx Burmame Indonesia mengatakan bahwa pertunjukkan kembang api tahun lalu merupakan pertunjukkan kembang api lima kali lebih besar daripada malam perayaan tahun baru, HUT RI, atau HUT DKI Jakarta.
"Kita memikirkan sesuatu yang out of the box. Kali ini, 5 (lima) kali lebih besar dibandingkan dengan perayaan pada Malam Tahun Baru," jelasnya.
Jika biasanya mata pengunjung Ancol dihibur dengan 4.000 shoots (tembakan) kembang api, tahun lalu sebanyak 25.000 shoots kembang api akan dilontarkan ke udara mewarnai langit kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang akan diselaraskan dengan iringan musik.
Jika tahun lalu saja momen ini adalah momen tak terlupakan, apalagi tahun ini yang akan memecahkan rekor MURI untuk pertunjukkan kembang api dengan musik dengan 30.000 shoots kembang api selama 25 menit.
Sudah tidak sabar kan untuk menyaksikan salah satu event spekatkuler tahun ini? Datang langsung ke Djarum Super Mild Musical Fireworks di Dermaga Beachpool, Le Bridge, Ancol, 28 Januari. (Yuni)
Subscribe to:
Posts (Atom)






