Showing posts with label java jazz festival. Show all posts
Showing posts with label java jazz festival. Show all posts

Saturday, March 3, 2012

Saksikan Pat Matheny tampil di Java Jazz Festival 2012 via You Tube!

Di hari kedua, JIExpo, Kemayoran, Jakarta semakin padat dengan antrian penonton yang ingin menyaksikan salah satu event musik jazz terbesar di dunia, Jum`at (3/3). Antrian penonton pun terjadi di hampir semua hall yang menyelenggarakan konser dari musisi Indonesia hingga International. Semua memiliki magnet tersendiri.

Salah satunya adalah musisi Pat Metheny yang sekarang sedang tampil di D1 Tebs Hall. Permainan gitar yang mendapatkan Grammy Award untuk 10 kategori berbeda ini ramai penonton. Tak heran, pemain gitar kawakan untuk berbagai genre musik ini memang ditunggu-tunggu penampilannya.

Jika pada 2006, kita perlu menyebrang ke Singapura untuk menyaksikan pesona gitaris versatil ini, maka penampilannya akan sayang untuk dilewatkan saat ia sendiri kembali datang ke Jakarta.
Kini, ketika dia tampil di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, sangatlah sayang jika dilewatkan.

Nah, untuk Anda yang tidak bisa menyaksikan langsung aksi Pat, langsung saja menuju http://www.youtube.com/javajazzfest.  Ia tampil hingga pukul 19.15.

Don`t Miss It!

Senandung Romantisme Laura Fygi

Lovely Laura Fygi! Love you!!


Laura Fygi benar-benar membuat malam kedua, Jum`at (3/3), pesta jazz di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 tak akan terlupakan.

Bertempat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pesona wanita berdarah Arab dan Belanda ini memang tak dapat dipungkiri menjadi magnet tersendiri bagi penggemarnya maupun yang pertama kali mendengar lagu-lagu dari diva jazz kelahiran 27 Agustus 1955 ini.

Tampil di hadapan hampir 12.000 penonton di D2 DSM Hall bersama Ron King Big Band, ia tak henti-hentinya menggoyangkan badannya. Memang, beberapa lagunya asik untuk menari. Tak pelak, meski hall yang malam ini didesain dengan kursi untuk penonton, tak membuat beberapa penonton ikut berdansa di tempat duduk mereka masing-masing.

Pada kenyataannya, Laura Fygi dan Ron King Big Band bertemu saat Java Jazz Festival 2009. Dan kini, penampilan mereka memang benar-benar perpaduan manis dan indah.
“The Old Devil Moon” melantun di udara dan menjadi pembuka konsernya malam ini. Dilanjutkan dengan “Smile”, Michel LeGrand’s “C’est Si Bon”, “Fly Me To The Moon” (versi bahasa Prancis) dan “My Foolish Heart”. 
Tampil dengan gaun corak batik keemasan, ia tampil mengagumkan sambil menyanyikan lagu-lagu dari album terbarunya, “The Best is Yet to Come”. Penampilannya malam ini sangat spesial. Layaknya konser megah yang didesain dan ditampilkan secara private, membuat siapapun yang menyaksikan penampilannya merasa spesial di matanya.
Laura mengajak 12.000 penonton bernyanyi bersama
Tepuk tangan meriah yang sangat panjang ia dapatkan ketika akhirnya ia memainkan lagu “Quizzas, Quizzas, Quizzas” atau Perhaps, Perhaps, Perhaps dalam bahasa Inggris. Ia mengajak semua penonton untuk berdiri dan berdansa bersama.
Ia seperti menyatu dengan penonton karena tak satupun penonton yang tak menurutinya. Itulah tanda kecintaan para fans yang sangat merindukan penampilannya. Karena terakhir kali ia tampil di Indonesia saat 2005 dan 2009.
"Anda tak dapat membayangkan bagaimana perasaan saya malam ini. Sangat bahagia! Terakhir kali saya ke Java Jazz dan masih berlokasi di Jakarta Convention Centre, tempatnya lebih kecil dari sekarang. Tapi sekarang, tempatnya luas dan hall ini penuh! Saya bangga dan senang sekali berada disini," ujar Laura Fygi lalu disambut dengan teriakan penonton, 'We Love You!'.
Laura duduk tepan di depan saya!! ^__^d
"I love You too", jawab Laura.

Friday, March 2, 2012

God Bless Nge-Rock Abiesss!!!!

Mainnya si Om Ian kuereenn!!

Gelaran pesta jazz terbesar, Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 telah dimulai. God Bless menjadi salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para penikmat musik Indonesia juga dunia.
Band legendaris ini tampil di D2 Djarum Super Mild Hall, tepat pukul 18.15 WIB. Meski tanpa Donny Fattah, Ahmad Albar cs tetap nge-rock!
Pembukaan konser yang berjalan kurang lebih empat puluh lima menit ini berlangsung meriah dan spektakuler.
Lagu 'Nato' langsung menggebrak di awal penampilan. Ian Antono memainkan gitar listriknya dan membawa suasana semakin panas. Dilanjutkan dengan 'Prahara Timur Tengah' yang didukung dengan tata lampu panggung dan suara yang maksimal.

Tak pelak, penonton yang menyaksikan maestro Indonesia tersebut langsung ikut bergoyang, sesekali mengangguk-anggukan kepala. Suasana belum cukup panas, sebab hanya ada ratusan penonton yang mengisi hall yang mampu memuat ribuan penonton tersebut.
"Yah, sayang sekali penontonnya tidak begitu banyak. Mungkin ada hambatan kali ya, SBY mau datang," ujar Ahmad Albar yang disambut dengan gelak tawa penonton.
Pepatah "Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi" sepertinya memang pantas diberikan pada pria ini. Meski begitu, penampilannya tidak sedikitpun berkurang. Tetap enerjik dan tetap nge-rock!. Sesekali ia mengajak para penonton untuk melompat dan bernyanyi bersama.
Untuk mengganti Donny Fattah, God Bless menggunakan additonal player pada bassis. Tiga backing vocal juga melengkapi penampilan mereka malam ini.

Tak menunggu lama, lagu Hits 'Rumah Kita' mengalun. Tak ayal, semua penonton bernyanyi bersama. Setidaknya hal ini sedikit memberi semangat mereka setelah raut kekecewaan terlihat.
Achmad Albar Keren banget!
Hal ini dikarenakan banyaknya ruang yang tersisa, menyebabkan banyak penonton yang duduk-duduk di lantai hall. Meski begitu, mereka tetap membawakan lima lagu dengan professional.

Ketika Lagu 'Syair Kehidupan' dan 'Dunia Ini Panggung Sandiwara' dimainkan, aura nostalgia langsung terasa. Apalagi, lebih dari lima puluh persen penonton yang berdiri di depan panggung terlihat 'satu generasi' dengan band yang booming di era 1970-an ini. Ketika Ian Antono mengganti gitar elektriknya dan bermain akustik, kerumunan penonton di barisan depan pun bernyanyi keras-keras.

Dalam penampilan God Bless, Abadi Soesman juga mempertunjukkan kebolehannya menari di atas tuts keyborad dalam permainan solo selama lima menit. Lagu 'Anak Kandang' pun berkumandang.

Thursday, March 1, 2012

Wow, Ada Kolaborasi antar Musisi Lokal dan Dunia Loh!

Dalam ajang perhelatan musik Jazz terbesar di Asia Tenggara, Jakarta International Djarum  Super Mild Java Jazz Festival 2012, akan diwarnai dengan kolaborasi berbagai musisi. Bukan hanya sesama musisi Indonesia, juga ada kolaborasi musisi International dengan musisi Indonesia.
Menurut Dewi A.L. Gonta, Direktur Produksi dan Marketing Java Festival Production dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/2), pertunjukan kali ini lebih bervariasi dengan adanya kolaborasi dari para musisi.

"Meski banyak artis mengisi Java Jazz tahun ini, tapi pertunjukkan mereka akan lebih bervariasi karena ada kolaborasi dengan musisi lain sehingga menghasilkan karya yang berbeda dibanding pagelaran sebelumnya," ujarnya.

Bukan hanya satu atau dua, tapi sepuluh kolaborasi akan ditampilkan. Menurut Eki Puradiredja, Music Director Java Festival Production, kolaborasi dari para musisi tersebut akan memberi sensasi tersendiri.

"Misalnya ada 'Tribute to Herbie Hancock Collaboration Project'yang akan dibawakan oleh Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan bersama artis luar negeri lain yang juga diisi dengan pertunjukkan angklung dan tari saman," jelasnya.

Ada satu lagi yang istimewa dan patut anda saksikan. Yakni kolaborasi musisi international dengan musisi jalanan binaan Harry Roesli, 57Akustik. Kolaborasi juga dilakukan untuk mengenang para legenda Indonesia.

"Penampilan spesial lain adalah kolaborasi Dave Koz dengan musisi jalanan dari rumah musik Harry Roesli dan sesi 'Benyamin On Jazz - Tribute To The Legend' yang menyuguhkan aransemen ulang lagu-lagu Benyamin oleh Indra Aryadi," imbuhnya.

Java Jazz festival 2012 kali ini menampilkan 1.700 musisi dalam dan luar negeri yang terdiri atas 110 kelompok musik Indonesia dan 45 kelompok internasional yang akan menampilkan lebih dari 70 pertunjukan di 13 panggung dalam ruang dan lima panggung luar ruang.

Wednesday, February 29, 2012

Sierra Soetedjo - Si Cantik yang Jazzy Abies

Sierra Soetedjo

Penyanyi jazz cantik satu ini beruntung mendapatkan lagi kesempatan tampil di event sebesar Java Jazz Festival. Apalagi kesempatan ini adalah yang keempat kalinya untuk Sierra Soetedjo. Event yang tahun ini telah memasuki tahun kedelapannya, memang menjadi ajang reuni- berkumpulnya puluhan musisi dunia di satu tempat. Selain menunjukkan kemampuan diri dalam musikalitas, juga menjadi ajang ‘berguru’ kepada musisi kelas dunia.

Untuk itu, wanita yang memiliki gelar Bachelor of Music in Jazz Performance itu pun menyiapkan diri untuk tampil maksimal di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 tanggal 3 dan 4 Maret nanti di Kementerian Perdagangan Hall. Ia memang dijadwalkan untuk manggung bersama musisi jazz ternama lainnya. Pada tanggal 3 Maret, ia akan membawakan lagu-lagunya dalam solo.

"Persiapannya udah dari jauh-jauh hari. Aku bakal bawain tujuh sampai delapan lagu. Preparation-nya sangat ketat dan sibuk. Belum yang kolaborasi, otomatis harus banyak latihan," ujar Sierra.
Tak banyak yang tahu kalau dara cantik, kelahiran Jakarta, 26 Juni 1984 itu mulai serius menekuni jazz ketika ia kuliah di Perth, Australia. Ia lulus dari Jurusan musik tepatnya Diploma of Contemporary Music tahun 2004 dan Bachelor of Music in Jazz Performance (S1) di Perth, Western Australia Academy of Performing Arts, lulus di thn 2007.

"Aku kuliah Diploma of Contemporary Music, aku berpikir kok kayaknya tanggung kalo nggak nerusin S1-nya. Akhirnya aku mutusin nyelesein S1," ungkap Sierra.

Akhirnya, ia pun menjalani pendidikan musik selama tiga setengah tahun hingga mendapat gelar Bachelor of Music in Jazz Performance. Menurut Sierra, dari sanalah ia mulai menemukan jati diri dalam bermusik.
Sierra mengawali karier di bidang jazz sejak 2008. Tepat ketika ia kembali ke Indonesia. Di tahun yang sama, ia berkesempatan berkolaborasi dengan Tompi. Dari situ, ia mengenal banyak musisi jazz dan sering ikut tur keliling Jawa. Jalan menuju kesuksesan mulai terbuka.

Kembali ke Indonesia dan sering manggung, membuat Sierra direkomendasikan untuk untuk tampil pada Java Jazz 2009. "Banyak yang merekomendasikan aku untuk nyanyi di Java Jazz. Padahal sama sekali nggak pernah dateng nonton, apalagi perform, tapi aku dapet panggung sendiri, dan penontonnya penuh. Sebagai new comer, aku merasa ini yang paling berkesan," ujar Sierra belum lama ini.

Pada Januari 2011, Sierra sudah merilis album pertamanya, 'Only One'. Dalam album itu, ia menjagokan lagu 'The Only One' yang pernah dibawakan Adi Bing Slamet sebagai single-nya. Di album itu juga Sierra sempat berkolaborasi dengan musisi Filipina.

Bagi yang mau tahu berita terupdate mengenai dara cantik dengan nama asli Amanda Sierra Soetedjo ini, follow twitternya di @SierraSoetedjo dan My Space (www.myspace.com/amandasierras)

Bobby Caldwell - Sukses di Amerika, Terkenal di Jepang

Bobby Caldwell
Masih ingat lagu ‘Real Thing’, ‘Heart of Mine’, dan ‘What Do You Want Me for Love’ yang hits pada tahun 80-an? Ya, pria melankolis dengan melodi dan lirik yang manis ini adalah Bobby Caldwell. Penyanyi dan pencipta lagu bermata biru ini memang multitalenta.


Pria asal Amerika ini mampu memainkan beberapa jenis instrumen musik (termasuk drum). Namun, kesuksesannya sebagai pencipta lagu lebih sukses daripada ketika ia bernyanyi. Lagunya justru banyak menjadi hits ketika dibawakan oleh Chicago, Boz Scaggs, Peter Cetera dan Amy Grant, Neil Diamond dan Al Jarreau.

Tak hanya itu, keunikan lain pria kelahiran Manhattan, 15 Agustus 1951 ini juga terlihat pada basis fans terbesarnya yang ternyata berada di Jepang. Beberapa albumnya dirilis lebih awal di Jepang ketimbang di Amerika. Bahkan beberapa album cuma dirilis di Jepang. Ketika masyarakat Amerika hampir melupakannya, ia masih menyandang nama sebagai superstar di Jepang. Mulai tahun 90-an, ia menetap di Jepang bersama istri dan sepasang anak kembarnya.

Namun, ia masih memelihara basis penggemarnya di Amerika Serikat, sampai-sampai bagi penggemar R&B dan jazz modern di Amerika Serikat, dia digelari "Orang kulit putih yang sering dikelirukan sebagai penyanyi Afro-Amerika".

Para penggemarnya hapal betul kalau pria ini memiliki suara tone oktaf yang khas. Tone oktaf tinggi memang cocok untuk jazz terutama untuk jenis Contemporary Jazz seperti stylenya. Padahal di awal karirnya, Caldwell lebih berorientasi kepada musik cadas daripada jazz. Caldwell sering membawakan karya-karya Jimi Hendrix dan Cream di klub-klub kecil.

Selama 3 dekade karir bermusiknya, dia masih sangat dikenali melalui komposisi tunggalnya dari tahun 1978, "What You Won't Do for Love”. Kenangan manis saat penampilannya di Java Jazz Festival 2008 pun masih terngiang-ngiang di benak penonton JJF saat itu. Tak hanya cuma menyanyikan lagu-lagu hitsnya, ia pun memainkan pianika. Tak sedikit penonton menjadi riuh ketika lagu-lagu kesayangan mereka dibawakan langsung oleh penciptanya seperti ‘Real Thing’. Seisi Plenary Hall seakan ikut bernyanyi semua.
Lagu ini seakan mengobati rindu yang selama ini terpendam. Bagaimana tidak, kebanyakan hitsnya banyak ditemukan pada kompilasi lagu-lagu dengan tag Jazzy Tunes berlabel Smoothjazz hingga sekarang. Tak heran, di setiap penampilannya, penonton akan ikut bernyanyi karena begitu familiarnya lagu penyanyi bermata biru ini di hati mereka.

Kali ini di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, ia akan tampil di hari Jum`at, di D1 Tebs Hall. Don`t Miss It!

Sunday, February 26, 2012

Sister Duke di JJOTM Plaza Semanggi



Nice Perform ^_^d
Tak perlu menunggu lama. Sister Duke langsung membuka penampilannya dengan lagu “Terbang Tinggi”. Nengah Krisnarini memang pintar mengambil hati penonton Sky Dining-Plaza Semanggi malam ini. Kostumnya yang girly ditambah suaranya yang ‘ciamik’ sukses membawa suasana semakin ceria.
Tak banyak yang tahu kalau Nengah tengah bimbang karena suaranya mendadak bindeng sebelum tampil di atas stage. “Kaget aja, karena tiba-tiba suara saya nggak keluar. Seperti menempel gitu. Untung tadi lancar aja dengan usaha yang luar biasa, hehe,” ujar wanita berdarah Minang-Bali itu kepada djarumsupermild.com.

Meski begitu, Sister Duke tetap memberi kejutan kepada penonton JJOTM- Sky Dinning. Di lagu kedua, mereka membawakan lagu “Rolling In The Deep” (Adele) dengan gaya dan warna Nu Jazz yang diusung Sister Duke.

“Kami memang ingin membawakan sesuatu yang beda di dunia musik jazz. Sister Duke memberikan alternatif musik yang segar dengan pendekatan baru bersound elektronik dan sentuhan programming,” paparnya.
Me  & Nengah

Malam ini, selain Nengah pada vokal, Sister Duke dibantu oleh Joel (bass/Music director), Kitut (Keys/Synth), dan Rencong (Turntablist/DJ). Perpaduan dari semua instrumen musik ditambah suara Nengah yang ceria, memberi warna tersendiri dari Sister Duke.

“Been Thru” menjadi lagu ketiga Sister Duke dan dilanjutkan dengan “Kreyzie” yang pernah populer pada tahun 2008 dan menjadi top hits di radio Jakarta. Tak lupa, ia membawakan single terbaru “MYOB” yang bernada ceria dengan beat-beat yang kuat dari awal hingga akhir lagu.

Lagu keenam, “Senandung Untukmu” bagai menjadi jeda di antara lagu-lagu Sister Duke yang memang kuat di nada-nada beat. Nadanya yang sedikit lembut dibanding lagu-lagu sebelumnya sekaligus menghantarkan penonton ke lagu berikutnya, “Wanna Make You Mine”.

Interview with Sister Duke a.k.a Nengah K
“We Are One” menjadi lagu penutup penampilan Sister Duke malam ini. Rasa puas dan tepuk tangan penonton terlihat dari wajah mereka yang ceria. Penampilan Sister Duke yang ‘all out’ benar-benar memberi suatu warna yang beda pada JJOTM tahun ini khususnya dan festival java jazz 2012 pada umumnya.
“Persiapan untuk Java Jazz tahun ini pasti ada dan apa yang akan kami bawakan nanti itu rahasia. Pokoknya surprise banget. Tunggu aja,” tutup wanita berkulit putih itu sambil tersenyum.

Saturday, February 25, 2012

JJOTM Panaskan Sky Dining Plaza Semanggi

Para pengunjung Sky Dining- Plaza Semanggi sudah tak sabar lagi menunggu penampilan dari para musisi jazz di Java Jazz On The Move (JJOTM) malam ini. Sky Dining, menjadi venue terpilih dalam perhelatan pra event Djarum Supermild Java Jazz Festival 2012, Sabtu, 25 Februari 2012.
Selain Sky Dining, venue lainnya juga tersebar di berbagai mall, kampus, maupun cafe di bilangan Jakarta hingga Tangerang dalam rangka JJOTM hingga akhir bulan Februari ini.
Meski hujan kecil sempat menggangu dimulainya acara JJOTM, namun antusias para pengunjung Sky Dining tak surut sejak sore tadi. Tempat duduk di sekitar stage pun telah penuh, sejam sebelum acara dimulai.
Malam ini, pengunjung Sky Dinning Plaza Semanggi akan dihibur oleh tiga musisi jazz. Mildness, Sister Duke dan Soulvibe siap memanaskan suasana yang sedikit dingin karena gerimis ini.
Panitia juga telah menyiapkan belasan tiket gratis yang akan dibagikan kepada penonton yang beruntung malam ini.
Nah, kalau kalian masih bingung menghabiskan malam minggu dimana, cepat merapat ke Plaza Semanggi, Sky Dining. Santap malam dengan view yang asik, ditambah mendengarkan alunan musik jazz dari musisi lokal Indonesia menjadikan malam minggu kalian sempurna.
Jika tidak sempat ke Plaza Semanggi, jangan khawatir. JJOTM masih ada hingga 29 Februari 2012 ini. Berikut informasi JJOTM selanjutnya :

Senin 27 Februari 2012 di Black Cat, Plaza Arcadia, Jakarta
19.00-21.00  BRUCE HAMADA / ADE & BROTHERS
Selasa 28 Februari 2012 di Summarecon Mall Serpong - Unity Stage, Tangerang 
19.00-21.00 DUWENDE / ARI PRAMUNDITO
Rabu 29 Februari 2012 di Supermal Karawaci - Grand Atrium, Tangerang
19.00-21.00 CHRIS STANDRING, ELEVATION 3

Sunday, February 19, 2012

Soulvibe Puaskan Vibenatics

Kerinduan para vibenatics (sebutan untuk para penggemar Soulvibe) terbayar sudah. Setelah menyaksikan penampilan Urban Path dengan lagu penutupnya ‘MSG’, tak lama kemudian band yang memiliki kepanjangan nama dari Sound of Universal Love/ Various Instrument Behaviour itu menyapa para pengunjung La Piazza yang sudah tak sabar ingin bernyanyi bersama band asal Jakarta itu tepat pukul 20.00 WIB di panggung Mini Square, La Piazza, Jakarta, Minggu (19/2).

Lagu ‘Warna Cinta’ membuka penampilan mereka di depan ratusan pengunjung La Piazza yang sudah tak sabar menunggu penampilan dari Abenk (vokal), Bayu (vokal), Handy (bass), Frans (keyboard), Asa (gitar), Iga (gitar) dan Rio (Synth) sejak sore. Mereka telah duduk manis di bangku yang telah disediakan.
Beberapa pengunjung yang tak mendapatkan bangku, rela berdiri di sisi-sisi panggung.

Penampilan mereka di Mini Square, La Piazza malam ini, terus disambut tepuk tangan pengunjung. Setelah lagu pertama, mereka lanjut tanpa jeda yang lama dengan lagu ‘Berlian’ yang lagunya lebih santai dengan bit-bit yang jazzy. Beberapa dari pengunjung mulai asyik mengikuti lagu dengan bernyanyi bersama. Tak pelak lagi, ketika lagu selanjutnya ‘Your Smile’ disenandungkan, sukses menuai senyum dari penonton.
Memang tema cinta tak akan pernah habis untuk dieksplor, Soulvibe cermat untuk mengolahnya. Terbukti dengan lagu keempat berjudul ‘Arti Hadirmu’ dan ‘Sungguh’ mampu membawa perasaan penonton Soulvibe terbuai cinta.

Puncaknya ketika lagu ‘Biarlah’ dikumandangkan, sontak hampir seluruh pengunjung La Piazza bernyanyi tanpa diminta.
“Hapuslah cinta antara kita berdua, karena kau sudah ada yang punya...“

Inilah magnet hebat yang diciptakan band yang telah enam kali tampil di Java Jazz Festival ini. Apalagi energi ceria dan menyenangkan yang mereka tularkan, menghangatkan suasana malam yang semakin dingin di Utara Jakarta itu.

“Tahun ini, kami tampil yang ketujuh kali di JJF 2012. Tiap tahun punya kesan tersendiri dan cerita tersendiri di hati kami. Dari tampil di foodcourt sampai tampil di panggung JJF yang kapasitas penontonnya sangat besar. Inilah yang membuat kami terus bersemangat,” ujar Handy kepada djarumsupermild.com.
Tak berhenti sampai disitu. Meski peluh telah membasahi baju mereka, lagu ‘Masih’ dipersembahkan oleh band yang dijadwalkan akan manggung pada Djarum Supermild Java jazz Festival 2012, Sabtu, 3 Maret 2012 di B1 Hall, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Ke antartika, antartika. Ku akan mencoba yang aku bisa...“
Lagi-lagi penonton La Piazza terhipnotis, bernyanyi bersama-sama tanpa diminta. Rupanya mereka (penonton-red) telah paham bahwa lagu ini adalah penutup kangen dari band yang telah lama mereka rindukan. Mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bernyanyi bersama.

Monday, February 13, 2012

Ketika Urban Path Menyapa

Selama 45menit, Urban Path memanjakan telinga pengunjung Mall Living World, Tangerang dengan musik ciptaan mereka sendiri dalam Java Jazz On The Move. Mereka menyapa pengunjung dengan alunan musik dari instrument yang dimainkan secara harmonis dan menghentak. Ini lantaran style musik mereka memang terintegrasi antara hip hop rhythms dan jazz.
Band jazz Indonesia yang digawangi oleh Muhammad Ibnu Rafi (Drum), Fajar Adi Nugroho (Bass), Andy Gomez (Keyboards dan Piano), Damez Nababan (Saxophone), dan Jordy Revillian Waelauruw (Trumpet) ini membawakan symphony jazz yang unik dan easy listening. Beberapa lagu merupakan lagu yang familiar di telinga penikmat musik namun setelah dibubuhi ‘warna’ mereka, lagu tersebut pun menjadi milik mereka sepenuhnya di atas panggung.
Setelah empat lagu dibawakan, Fajar pun menyapa para pengunjung Living World Alam Sutera yang sejak pukul 18.00 WIB mulai memadati venue Java Jazz On The Move.
“Selamat malam semua. Terima kasih telah datang. Mungkin apa yang kami bawakan agak sedikit membingungkan karena ini adalah musik ciptaan kami sendiri. Tapi kami harap, kalian dapat menikmatinya. Selamat menikmati,” ujar pria berkacamata itu kepada penonton sambil tersenyum manis.
Tepukan meriah dari penonton pun menyambut lagu mereka selanjutnya hingga pukul 19.55 WIB. Meski musik yang mereka bawakan minus vokal, namun tak menyurutkan para pengunjung Living World semakin memadati venue dan tepuk tangan meriah membahana di West Atrium yang berlokasi di Alam Sutera, Serpong, Tangerang itu.
Di akhir penampilan, Urban Path pun mengingatkan para penonton untuk menonton penampilan mereka saat Djarum Supermild Java Jazz Festival nanti, di Stage 1, Sabtu 3 Maret 2012.
Selain di Mall Living World, Java Jazz On The Move  juga digelar serentak di Plaza Dago, Bandung dengan bintang tamu KSP, Indonesia Nuprogressive, RMHR, dan FIitzpatrick. Sorenya, Distro FHBOLD Bandung sudah lebih dulu dihibur oleh Indonesia Nuprogressive, RMHR, dan FIitzpatrick. (Sri Wahyuni)

Friday, February 10, 2012

Legenda Jazz Bobby McFerrin

Selama tiga hari, pagelaran pesta jazz terakbar akan digelar Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dengan mengangkat tema “Don’t Worry Be Jazzy”, Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan menampilkan ikon musik jazz dari yang paling berkarakter hingga tunas muda calon bintang besar masa depan.

Salah satunya adalah Bobby McFerrin yang terkenal dengan lagu "Don't Worry Be Happy". Nama ini adalah salah satu vokalis jazz legendaris. Siapa yang tak tahu lagu di atas? Setiap lirik dan nadanya membuat siapapun yang mendengarnya akan tergugah semangatnya untuk kembali bersemangat.

Ini dikarenakan kemampuan olah vokalnya  luar biasa. Mulai dari menyanyikan lagu dengan lumrah, vocalese, scatting, hingga mengikuti instrumen layaknya sebuah orkestra. Istimewanya lagi, penampilannya nanti di Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan diadakan tiga kali selama pagelaran musik jazz terbesar ini berlangsung. Bonusnya, kamu bisa menikmatinya secara gratis!

Pria kelahiran New York City, New York, USA, 11 Maret 1950 ini mendapatkan Grammy untuk "Vokalis pria terbaik”, “lagu terbaik”, dan “Record of the Year.” Lagunya "Don't Worry Be Happy," menjadi one top chart di Amerika pada September 1988. Uniknya, lagu ini adalah lagu acapella pertama yang menjadi top chart. Pria yang memiliki vokal range 4 oktaf ini adalah putra dari penyanyi opera 'Robert McFerrin'.

Bobby McFerrin disebut-sebut sebagai salah satu keajaiban alam di dunia musik. Tak heran sebab pemenang sepuluh kali penghargaan Grammy ini juga dikenal sebagai seorang konduktor di dunia klasik dan improvisers. Ia telah bekerjasama dengan Philharmonic New York, Cleveland Orchestra, Symphony Chicago, Orchestra Philadelphia, dan Philharmonic Wina.

Album rekamannya telah terjual lebih dari 20 juta eksemplar. Kolaborasinya dengan Yo-Yo Ma, Chick Corea, Philharmonic Wina, dan Herbie Hancock menjadikan ia sebagai duta dari dua dunia klasik dan jazz.
Oh ya, dalam Djarum Supermild Java Jazz 2012 nanti, Bobby McFerrin akan datang bersama putranya, Taylor McFerrin, seorang Beatboxer. Nah, jangan sampai ketinggal aksi legenda jazz dunia ya. Tanggal 2-4 Maret di di JIExpo Kemayoran, Jakarta. So...
Don’t Worry Be Jazzy”! (Sri Wahyuni)

Thursday, February 9, 2012

Mayer Hawthorne & The County

Sosok Mayer Hawthorne dapat dipastikan akan memeriahkan gelaran kedelapan Java Jazz International nanti. Penyanyi asli Amerika, produser, penulis lagu, arranger, audio engineer, DJ, rapper sekaligus multi-instrumentalist ini berdomisili di Los Angeles, California, USA.
Musisi yang memiliki nama asli Andrew Mayer Cohen ini memiliki pengaruh bermusik dari Curtis Mayfield , Isaac Hayes, Leroy Hutson, Mike Terry, Barry White, dan Smokey Robinson.  Sedangkan "Mayer Hawthorne and The County" adalah nama Cohen yang biasa dipakai saat tampil dengan artis lain.  Pada dasarnya, "The County" menurut Cohen adalah siapapun yang memainkan alat musik atau bernyanyi di albumnya.
Ia  membawakan serta menciptakan lagu-lagu secara mendalam dari ranah kaum kulit hitam. Hal ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi musisi kulit putih. Musisi-musisi seperti mendiang Bill Evans atau Benny Goodman yang di jamannya merupakan musisi kulit putih yang cukup revolusioner sepertinya kini bereinkarnasi menjadi sesosok Mayer Hawthorne.

Lewat albumnya yang dirilis sejak 2009 lalu, ‘A Strange Arrangement’, Hawthorne mengingatkan kita pada sosok Ray Charles sang ‘King of Soul’ sepanjang masa. Mayer Hawthorne sebagai musisi multi instrumentalist bukan hanya sekedar menyanyikan lagu-lagu soul melainkan ia berperan sebagai arranger, produser sekaligus player dalam album yang digarapnya sendiri. Jelas, hal tersebut merupakan sebuah tanda nyata bahwa Hawthorne yang lebih dikenal sebagai DJ ini adalah seorang musisi jenius.
Selain itu, pria yang lahir dan dibesarkan di Ann Arbor, Michigan ini memiliki gaya vokal lay back yang terasa melayang-layang yang sekaligu menjadi tema utama dalam album A Strange Arrangement. Bukan hal mudah bagi setiap penyanyi untuk melakukannya. Ia seperti tahu bagaimana merasuki setiap jiwa pendengarnya dengan baik.
Jika melihat aksi panggungnya, bagai melihat kembali era kejayaan musik soul di tahun 60an. Apalagi dalam album A Strange Arrangementnya. Lagu ‘Shiny and New’ dan ‘A Strange Arrangement’ merupakan lagu yang melankolik yang kemungkinan menjadi soundtrack para makhluk galau.

Totalitas bermusiknya bagai membangkitkan musik soul yang kiranya sudah cukup lama tertidur di tengah kerumunan musik-musik pop. Bagaimana? Penasaran ingin melihat aksi panggungnya bersama ‘The County’? Ia akan tampil dua kali di A3 BNI Hall, Sabtu 3 Maret 2012 dan Minggu, 4 Maret 2012 di A1 BNI Hall. (Sri Wahyuni)

Wednesday, February 8, 2012

Erykah Badu- “First Lady of Neo Soul”

Bagi pecinta musik jazz, nama Erykah Badu bukanlah nama asing lagi. Wanita yang terlahir dengan nama Erica Abi Wright ini adalah penyanyi soul dan R&B wanita kenamaan dengan pesona eksentrik yang lebih dikenal dengan nama Erykah Badu.
Mulai dari aksi panggung yang tak biasa hingga dandanan yang cukup nyentrik ia tampilkan untuk memberi warna ‘beda’ dari suatu bentuk seni pertunjukkan yang ia suguhkan. Penyanyi R&B Soul asal Texas, Amerika ini akan tampil di satu pagelaran Jazz terbesar di dunia yang telah menginjak tahun ke-8, Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012.
Kabar ini pertama kali dibeberkan pada Sabtu (17/12) lalu melalui akun Twitter resmi Java Jazz di @JavaJazzFest dengan kicauan yang berbunyi: “New CONFIRMED artist lineup to perform at #JJF2012 : ERYKAH BADU!”
Erykah akan tampil di hari pertama Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, 2 Maret 2012. Penampilannya tersebut tercantum sebagai special show dengan harga tiket relatif terjangkau, Rp 110 ribu.
Mengenai harga tiket special show yang lebih murah dibanding tahun-tahun sebelumnya ini pun, Peter F. Gontha selaku bos besar promotor Java Festival Production mengatakan bahwa ia ingin agar sekumpulan special show tersebut dapat dinikmati lebih banyak orang. Selain itu, ia juga berharap bahwa penetapan harga yang ramah ini dapat menjadi sebuah terobosan tersendiri.
Dengan mengangkat tema “Don’t Worry Be Jazzy”, Erykah dipastikan tetap akan membawakan lagu-lagu andalannya dengan nuansa neo-soul dan Jazz yang khas Erykah! Warna vokalnya yang sering dipadankan dengan legenda jazz vocalist Billie Holiday. Ia juga dijuluki sebagai “Queen of Neo-Soul” karena perannya yang penting penting dalam kemunculan sub-genre neo soul. Ia pun disebut sebagai “First Lady of Neo Soul” oleh banyak pihak.
Ia mulai dikenal orang banyak ketika merilis album perdana bertajuk Baduizm pada 1997. Selain itu, ia juga telah merilis lima album studio yang masing-masing berjudul Baduizm pada 1997, Mama’s Gun pada 2000, Worldwide Underground pada 2003, New Amerykah Part One (4th World War) pada 2008, dan New Amerykah Part Two (Return of the Ankh) pada 2010.

Ia telah menerima total lima puluh tujuh nominasi dan enam belas trofi dari berbagai macam penghargaan. Ia memenangi empat Grammy Awards, yaitu pada kategori Best Female R&B Vocal Performance untuk lagu “On & On”, Best R&B Album untuk Baduizm, Best Rap Perfomance by a Duo or Group untuk lagu “You Got Me”, dan Best R&B Song untuk lagu “Love of My Life (An Ode to Hip-Hop)”.
(Sri Wahyuni)

Tuesday, February 7, 2012

Balawan Bifan Duo

Dunia Jazz Indonesia makin ramai saja dengan beragam proyek musisi yang makin beragam. Djarum Java Jazz Festival 2012 Maret mendatang pun turut menghadirkan kelompok musisi jazz baru namun dengan orang lama di dalamnya. Kali ini BiFan Duo yang berasal dari kata Be Fun dalam bahasa Inggris beranggotakan gitaris I Wayan Balawan dan bassis Fajar Adi Nugroho.

Bifan Duo juga diambil dari nama mereka masing-masing. Sungguh perpaduan dua talenta besar yang dimiliki Indonesia. Balawan menjelaskan bahwa grup ini gabungan antara ‘tapping dan slappin’ akan membawakan lagu-lagu orisinal.

Balawan kita kenal lewat kelompok Batuan Etnik Fusion dan Gamelan Maestro selain juga aktif di Trisum bersama gitaris Budjana dan Tohpati. Ia telah merilis beberapa album antara lain gloBALIsm, Balawan, Magic Fingers dan See you Soon. Bersama Trisum, Balawan telah merilis dua album yakni Trisum 1st Edition dan Five in One.

Di lain sisi, bassis Fajar Adi Nugroho sempat tampil di Rusia dan Erasmus Huis Jakarta akhir Desember lalu bersama Indro Hardjodikoro The Fingers. Pria kelahiran Jakarta, 15 Februari dan anak kedua dari empat bersaudara ini  mengenal dunia musik ketika berumur 15 tahun. Ia sempat bermain dalam berbagai aliran musik mulai dari hiphop sampai rock.

Jika di review lebih lanjut, penampilan mereka pasti akan memukau pengunjung Djarum Java Jazz Festival 2012 nanti yang akan digelar  di B2 Hall Kementerian Perdagangan. Bagaimana tidak, mereka akan menghibur pengunjung dengan teknik permainan gitar yang luar biasa, harmonis dan yang terpenting adalah FUN!

Pria kelahiran Bali, 9 September 1973 (Balawan) ini juga dikenal sebagai satu-satunya gitaris profesional yang dikenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (seperti halnya Stanley Jordan) dia Asia. Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini kelihatan seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan dengan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa dipetik.

Sedangkan Fajar pernah tampil bersama “7 Bass” dengan Indro Hardjodikoro, Tendra (Groovology), Adi Dharmawan (Nera) , Ilyas M (Tompi) , Barry Likumahuwa, dan Kristian (Tangga) yang diadakan oleh Farabi Music School dan GKJ.

Catat tanggal mainnya, Jum`at, 2 Maret 2012!
(Sri Wahyuni)