Showing posts with label penyanyi. Show all posts
Showing posts with label penyanyi. Show all posts

Saturday, March 3, 2012

Erykah Badu Puaskan Dahaga Pecinta Neo-Jazz

Erykah Badu saat melakukan Pose khasnya di setiap akhir lagu.
Jam menunjukkan pukul 23.30 WIB, lewat 30 menit dari yang dijadwalkan. Namun, kerinduan yang teramat sangat akan lagu-lagu neo soul dan penampilan eksentrik dari “Queen of Neo-Soul", Erykah Badu mengalahkan keluhan para penonton karena menunggu hampir 45 menit lamanya.
Penyanyi bernama asli Erica Abi Wright ini menjadi penampilan penutup special show di hari pertama gelaran pesta Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, Jum`at (2/3) yang digelar di D2 DSM Hall, JIExpo, Kemayoran.
Setelah menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' bersama-sama, pukul 23.45 WIB akhirnya Erykah naik ke atas panggung. Ia terlihat mengenakan atasan hitam, leging corak bunga, dan penutup kepala berwarna abu-abu. Untaian kalung rantai emas yang menjulur hingga paha membuat penampilannya terlihat bersinar.

Penyanyi yang lahir pada 26 Februari 1971 ini membuka penampilannya dengan lagu 'Happy To See You Again' yang langsung disambut tepuk tangan ribuan penonton. Suaranya yang jernih, diiringi musik yang bernuansa jazz membuat penonton tak bisa menahan untuk bergoyang.

'Hip Hop', 'Kiss Me On My Neck', 'Your Mind', 'Other Side of The Game', dan 'Me' juga dinyanyikan oleh penyanyi yang telah menerima total lima puluh tujuh nominasi dan enam belas trofi dari berbagai macam penghargaan dan memenangi empat Grammy Awards.
Tak hanya warga Indonesia yang antri menonton Erykah, tapi juga warga asing dari berbagai negara yang antusias menyaksikan penampilan penyanyi yang terkenal lewat album 'Baduizm' pada 1997 silam itu. Erykah pun sempat turun dari panggung dan berdiri di pagar pembatas agar ia lebih dekat dengan penonton.

Selain Erykah Badu, ada Herbie Hancock dan Al Jarreau & George Duke Trio juga tampil sebagai spesial show di hari pertama JJF 2012.
Siapkan diri kamu untuk penampilan musisi dunia lainnya di hari kedua. Are you ready?

Wednesday, February 29, 2012

Sierra Soetedjo - Si Cantik yang Jazzy Abies

Sierra Soetedjo

Penyanyi jazz cantik satu ini beruntung mendapatkan lagi kesempatan tampil di event sebesar Java Jazz Festival. Apalagi kesempatan ini adalah yang keempat kalinya untuk Sierra Soetedjo. Event yang tahun ini telah memasuki tahun kedelapannya, memang menjadi ajang reuni- berkumpulnya puluhan musisi dunia di satu tempat. Selain menunjukkan kemampuan diri dalam musikalitas, juga menjadi ajang ‘berguru’ kepada musisi kelas dunia.

Untuk itu, wanita yang memiliki gelar Bachelor of Music in Jazz Performance itu pun menyiapkan diri untuk tampil maksimal di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 tanggal 3 dan 4 Maret nanti di Kementerian Perdagangan Hall. Ia memang dijadwalkan untuk manggung bersama musisi jazz ternama lainnya. Pada tanggal 3 Maret, ia akan membawakan lagu-lagunya dalam solo.

"Persiapannya udah dari jauh-jauh hari. Aku bakal bawain tujuh sampai delapan lagu. Preparation-nya sangat ketat dan sibuk. Belum yang kolaborasi, otomatis harus banyak latihan," ujar Sierra.
Tak banyak yang tahu kalau dara cantik, kelahiran Jakarta, 26 Juni 1984 itu mulai serius menekuni jazz ketika ia kuliah di Perth, Australia. Ia lulus dari Jurusan musik tepatnya Diploma of Contemporary Music tahun 2004 dan Bachelor of Music in Jazz Performance (S1) di Perth, Western Australia Academy of Performing Arts, lulus di thn 2007.

"Aku kuliah Diploma of Contemporary Music, aku berpikir kok kayaknya tanggung kalo nggak nerusin S1-nya. Akhirnya aku mutusin nyelesein S1," ungkap Sierra.

Akhirnya, ia pun menjalani pendidikan musik selama tiga setengah tahun hingga mendapat gelar Bachelor of Music in Jazz Performance. Menurut Sierra, dari sanalah ia mulai menemukan jati diri dalam bermusik.
Sierra mengawali karier di bidang jazz sejak 2008. Tepat ketika ia kembali ke Indonesia. Di tahun yang sama, ia berkesempatan berkolaborasi dengan Tompi. Dari situ, ia mengenal banyak musisi jazz dan sering ikut tur keliling Jawa. Jalan menuju kesuksesan mulai terbuka.

Kembali ke Indonesia dan sering manggung, membuat Sierra direkomendasikan untuk untuk tampil pada Java Jazz 2009. "Banyak yang merekomendasikan aku untuk nyanyi di Java Jazz. Padahal sama sekali nggak pernah dateng nonton, apalagi perform, tapi aku dapet panggung sendiri, dan penontonnya penuh. Sebagai new comer, aku merasa ini yang paling berkesan," ujar Sierra belum lama ini.

Pada Januari 2011, Sierra sudah merilis album pertamanya, 'Only One'. Dalam album itu, ia menjagokan lagu 'The Only One' yang pernah dibawakan Adi Bing Slamet sebagai single-nya. Di album itu juga Sierra sempat berkolaborasi dengan musisi Filipina.

Bagi yang mau tahu berita terupdate mengenai dara cantik dengan nama asli Amanda Sierra Soetedjo ini, follow twitternya di @SierraSoetedjo dan My Space (www.myspace.com/amandasierras)

Bobby Caldwell - Sukses di Amerika, Terkenal di Jepang

Bobby Caldwell
Masih ingat lagu ‘Real Thing’, ‘Heart of Mine’, dan ‘What Do You Want Me for Love’ yang hits pada tahun 80-an? Ya, pria melankolis dengan melodi dan lirik yang manis ini adalah Bobby Caldwell. Penyanyi dan pencipta lagu bermata biru ini memang multitalenta.


Pria asal Amerika ini mampu memainkan beberapa jenis instrumen musik (termasuk drum). Namun, kesuksesannya sebagai pencipta lagu lebih sukses daripada ketika ia bernyanyi. Lagunya justru banyak menjadi hits ketika dibawakan oleh Chicago, Boz Scaggs, Peter Cetera dan Amy Grant, Neil Diamond dan Al Jarreau.

Tak hanya itu, keunikan lain pria kelahiran Manhattan, 15 Agustus 1951 ini juga terlihat pada basis fans terbesarnya yang ternyata berada di Jepang. Beberapa albumnya dirilis lebih awal di Jepang ketimbang di Amerika. Bahkan beberapa album cuma dirilis di Jepang. Ketika masyarakat Amerika hampir melupakannya, ia masih menyandang nama sebagai superstar di Jepang. Mulai tahun 90-an, ia menetap di Jepang bersama istri dan sepasang anak kembarnya.

Namun, ia masih memelihara basis penggemarnya di Amerika Serikat, sampai-sampai bagi penggemar R&B dan jazz modern di Amerika Serikat, dia digelari "Orang kulit putih yang sering dikelirukan sebagai penyanyi Afro-Amerika".

Para penggemarnya hapal betul kalau pria ini memiliki suara tone oktaf yang khas. Tone oktaf tinggi memang cocok untuk jazz terutama untuk jenis Contemporary Jazz seperti stylenya. Padahal di awal karirnya, Caldwell lebih berorientasi kepada musik cadas daripada jazz. Caldwell sering membawakan karya-karya Jimi Hendrix dan Cream di klub-klub kecil.

Selama 3 dekade karir bermusiknya, dia masih sangat dikenali melalui komposisi tunggalnya dari tahun 1978, "What You Won't Do for Love”. Kenangan manis saat penampilannya di Java Jazz Festival 2008 pun masih terngiang-ngiang di benak penonton JJF saat itu. Tak hanya cuma menyanyikan lagu-lagu hitsnya, ia pun memainkan pianika. Tak sedikit penonton menjadi riuh ketika lagu-lagu kesayangan mereka dibawakan langsung oleh penciptanya seperti ‘Real Thing’. Seisi Plenary Hall seakan ikut bernyanyi semua.
Lagu ini seakan mengobati rindu yang selama ini terpendam. Bagaimana tidak, kebanyakan hitsnya banyak ditemukan pada kompilasi lagu-lagu dengan tag Jazzy Tunes berlabel Smoothjazz hingga sekarang. Tak heran, di setiap penampilannya, penonton akan ikut bernyanyi karena begitu familiarnya lagu penyanyi bermata biru ini di hati mereka.

Kali ini di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, ia akan tampil di hari Jum`at, di D1 Tebs Hall. Don`t Miss It!