Wednesday, February 29, 2012

Sierra Soetedjo - Si Cantik yang Jazzy Abies

Sierra Soetedjo

Penyanyi jazz cantik satu ini beruntung mendapatkan lagi kesempatan tampil di event sebesar Java Jazz Festival. Apalagi kesempatan ini adalah yang keempat kalinya untuk Sierra Soetedjo. Event yang tahun ini telah memasuki tahun kedelapannya, memang menjadi ajang reuni- berkumpulnya puluhan musisi dunia di satu tempat. Selain menunjukkan kemampuan diri dalam musikalitas, juga menjadi ajang ‘berguru’ kepada musisi kelas dunia.

Untuk itu, wanita yang memiliki gelar Bachelor of Music in Jazz Performance itu pun menyiapkan diri untuk tampil maksimal di Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 tanggal 3 dan 4 Maret nanti di Kementerian Perdagangan Hall. Ia memang dijadwalkan untuk manggung bersama musisi jazz ternama lainnya. Pada tanggal 3 Maret, ia akan membawakan lagu-lagunya dalam solo.

"Persiapannya udah dari jauh-jauh hari. Aku bakal bawain tujuh sampai delapan lagu. Preparation-nya sangat ketat dan sibuk. Belum yang kolaborasi, otomatis harus banyak latihan," ujar Sierra.
Tak banyak yang tahu kalau dara cantik, kelahiran Jakarta, 26 Juni 1984 itu mulai serius menekuni jazz ketika ia kuliah di Perth, Australia. Ia lulus dari Jurusan musik tepatnya Diploma of Contemporary Music tahun 2004 dan Bachelor of Music in Jazz Performance (S1) di Perth, Western Australia Academy of Performing Arts, lulus di thn 2007.

"Aku kuliah Diploma of Contemporary Music, aku berpikir kok kayaknya tanggung kalo nggak nerusin S1-nya. Akhirnya aku mutusin nyelesein S1," ungkap Sierra.

Akhirnya, ia pun menjalani pendidikan musik selama tiga setengah tahun hingga mendapat gelar Bachelor of Music in Jazz Performance. Menurut Sierra, dari sanalah ia mulai menemukan jati diri dalam bermusik.
Sierra mengawali karier di bidang jazz sejak 2008. Tepat ketika ia kembali ke Indonesia. Di tahun yang sama, ia berkesempatan berkolaborasi dengan Tompi. Dari situ, ia mengenal banyak musisi jazz dan sering ikut tur keliling Jawa. Jalan menuju kesuksesan mulai terbuka.

Kembali ke Indonesia dan sering manggung, membuat Sierra direkomendasikan untuk untuk tampil pada Java Jazz 2009. "Banyak yang merekomendasikan aku untuk nyanyi di Java Jazz. Padahal sama sekali nggak pernah dateng nonton, apalagi perform, tapi aku dapet panggung sendiri, dan penontonnya penuh. Sebagai new comer, aku merasa ini yang paling berkesan," ujar Sierra belum lama ini.

Pada Januari 2011, Sierra sudah merilis album pertamanya, 'Only One'. Dalam album itu, ia menjagokan lagu 'The Only One' yang pernah dibawakan Adi Bing Slamet sebagai single-nya. Di album itu juga Sierra sempat berkolaborasi dengan musisi Filipina.

Bagi yang mau tahu berita terupdate mengenai dara cantik dengan nama asli Amanda Sierra Soetedjo ini, follow twitternya di @SierraSoetedjo dan My Space (www.myspace.com/amandasierras)

Bobby Caldwell - Sukses di Amerika, Terkenal di Jepang

Bobby Caldwell
Masih ingat lagu ‘Real Thing’, ‘Heart of Mine’, dan ‘What Do You Want Me for Love’ yang hits pada tahun 80-an? Ya, pria melankolis dengan melodi dan lirik yang manis ini adalah Bobby Caldwell. Penyanyi dan pencipta lagu bermata biru ini memang multitalenta.


Pria asal Amerika ini mampu memainkan beberapa jenis instrumen musik (termasuk drum). Namun, kesuksesannya sebagai pencipta lagu lebih sukses daripada ketika ia bernyanyi. Lagunya justru banyak menjadi hits ketika dibawakan oleh Chicago, Boz Scaggs, Peter Cetera dan Amy Grant, Neil Diamond dan Al Jarreau.

Tak hanya itu, keunikan lain pria kelahiran Manhattan, 15 Agustus 1951 ini juga terlihat pada basis fans terbesarnya yang ternyata berada di Jepang. Beberapa albumnya dirilis lebih awal di Jepang ketimbang di Amerika. Bahkan beberapa album cuma dirilis di Jepang. Ketika masyarakat Amerika hampir melupakannya, ia masih menyandang nama sebagai superstar di Jepang. Mulai tahun 90-an, ia menetap di Jepang bersama istri dan sepasang anak kembarnya.

Namun, ia masih memelihara basis penggemarnya di Amerika Serikat, sampai-sampai bagi penggemar R&B dan jazz modern di Amerika Serikat, dia digelari "Orang kulit putih yang sering dikelirukan sebagai penyanyi Afro-Amerika".

Para penggemarnya hapal betul kalau pria ini memiliki suara tone oktaf yang khas. Tone oktaf tinggi memang cocok untuk jazz terutama untuk jenis Contemporary Jazz seperti stylenya. Padahal di awal karirnya, Caldwell lebih berorientasi kepada musik cadas daripada jazz. Caldwell sering membawakan karya-karya Jimi Hendrix dan Cream di klub-klub kecil.

Selama 3 dekade karir bermusiknya, dia masih sangat dikenali melalui komposisi tunggalnya dari tahun 1978, "What You Won't Do for Love”. Kenangan manis saat penampilannya di Java Jazz Festival 2008 pun masih terngiang-ngiang di benak penonton JJF saat itu. Tak hanya cuma menyanyikan lagu-lagu hitsnya, ia pun memainkan pianika. Tak sedikit penonton menjadi riuh ketika lagu-lagu kesayangan mereka dibawakan langsung oleh penciptanya seperti ‘Real Thing’. Seisi Plenary Hall seakan ikut bernyanyi semua.
Lagu ini seakan mengobati rindu yang selama ini terpendam. Bagaimana tidak, kebanyakan hitsnya banyak ditemukan pada kompilasi lagu-lagu dengan tag Jazzy Tunes berlabel Smoothjazz hingga sekarang. Tak heran, di setiap penampilannya, penonton akan ikut bernyanyi karena begitu familiarnya lagu penyanyi bermata biru ini di hati mereka.

Kali ini di ajang Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, ia akan tampil di hari Jum`at, di D1 Tebs Hall. Don`t Miss It!

Sunday, February 26, 2012

Sister Duke di JJOTM Plaza Semanggi



Nice Perform ^_^d
Tak perlu menunggu lama. Sister Duke langsung membuka penampilannya dengan lagu “Terbang Tinggi”. Nengah Krisnarini memang pintar mengambil hati penonton Sky Dining-Plaza Semanggi malam ini. Kostumnya yang girly ditambah suaranya yang ‘ciamik’ sukses membawa suasana semakin ceria.
Tak banyak yang tahu kalau Nengah tengah bimbang karena suaranya mendadak bindeng sebelum tampil di atas stage. “Kaget aja, karena tiba-tiba suara saya nggak keluar. Seperti menempel gitu. Untung tadi lancar aja dengan usaha yang luar biasa, hehe,” ujar wanita berdarah Minang-Bali itu kepada djarumsupermild.com.

Meski begitu, Sister Duke tetap memberi kejutan kepada penonton JJOTM- Sky Dinning. Di lagu kedua, mereka membawakan lagu “Rolling In The Deep” (Adele) dengan gaya dan warna Nu Jazz yang diusung Sister Duke.

“Kami memang ingin membawakan sesuatu yang beda di dunia musik jazz. Sister Duke memberikan alternatif musik yang segar dengan pendekatan baru bersound elektronik dan sentuhan programming,” paparnya.
Me  & Nengah

Malam ini, selain Nengah pada vokal, Sister Duke dibantu oleh Joel (bass/Music director), Kitut (Keys/Synth), dan Rencong (Turntablist/DJ). Perpaduan dari semua instrumen musik ditambah suara Nengah yang ceria, memberi warna tersendiri dari Sister Duke.

“Been Thru” menjadi lagu ketiga Sister Duke dan dilanjutkan dengan “Kreyzie” yang pernah populer pada tahun 2008 dan menjadi top hits di radio Jakarta. Tak lupa, ia membawakan single terbaru “MYOB” yang bernada ceria dengan beat-beat yang kuat dari awal hingga akhir lagu.

Lagu keenam, “Senandung Untukmu” bagai menjadi jeda di antara lagu-lagu Sister Duke yang memang kuat di nada-nada beat. Nadanya yang sedikit lembut dibanding lagu-lagu sebelumnya sekaligus menghantarkan penonton ke lagu berikutnya, “Wanna Make You Mine”.

Interview with Sister Duke a.k.a Nengah K
“We Are One” menjadi lagu penutup penampilan Sister Duke malam ini. Rasa puas dan tepuk tangan penonton terlihat dari wajah mereka yang ceria. Penampilan Sister Duke yang ‘all out’ benar-benar memberi suatu warna yang beda pada JJOTM tahun ini khususnya dan festival java jazz 2012 pada umumnya.
“Persiapan untuk Java Jazz tahun ini pasti ada dan apa yang akan kami bawakan nanti itu rahasia. Pokoknya surprise banget. Tunggu aja,” tutup wanita berkulit putih itu sambil tersenyum.

Saturday, February 25, 2012

Ultraz Kwartet Band Hibur Pengunjung Sky Dinning

Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit, Java Jazz On The Move (JJOTM) pun dimulai. Suara MC yang heboh pun membuka acara JJOTM di atap Plaza Semanggi, Sky Dining, Jakarta. Spontan, ratusan mata yang tak sabar menunggu acara JJOTM mengarah ke stage yang sebelumnya ditutup terpal untuk melindunginya dari air hujan yang sempat membasahi area venue.
Setelah acara bagi-bagi hadiah berupa tiket gratis JJF 2012 dan goody bag oleh panitia kepada penonton yang berhasil menjawab pertanyaan, Ultraz Kwartet Band pun membuka acara JJOTM pada malam ini sekitar pukul 19.35 WIB.
Mereka membuka acara JJOTM dengan beat-beat yang jazzy abies! Alunan instrumen dari gitar, bass, keyboard dan drum minus vokal ini, berhasil membius para penonton. Santap malam para penonton di Sky Dining pun semakin asik.
Band yang digawangi oleh Reza (keyboard), Yosi (gitar), Indra (drum), dan Jun (bass) ini pun mengaku antusias ketika didapuk menjadi pengisi acara sekaligus pembuka di JJOTM tahun ini.
“Senang ya, dan asik. Semoga para penonton bisa terhibur,” ujar Reza kepada djarummild.com.
Mereka sukses membawa suasana malam yang memang cukup panas malam ini menjadi sedikit ‘adem’. Total lima lagu full instrumen mereka bawakan sebelum penampilan Sister Duke sebagai pengisi acara kedua.
Tepuk tangan panjang dari para penonton pun mereka jaring dengan semangat. Tak terasa area disekitar venue semakin penuh dengan para penonton yang memenuhi tempat duduk yang disediakan maupun yang berdiri.
Meski Java Jazz tahun ini Ultraz Kwartet Band belum beruntung mengisi acara di panggung utama Djarum Supermild Java Jazz Festival 2012, Maret mendatang, mereka mengaku tetap semangat dan berharap mendapat kesempatan di tahun mendatang.
“Semoga semakin banyak band jazz lokal yang bisa manggung di perhelatan musik akbar jazz seperti Java Jazz Festival,” harap mereka.

JJOTM Panaskan Sky Dining Plaza Semanggi

Para pengunjung Sky Dining- Plaza Semanggi sudah tak sabar lagi menunggu penampilan dari para musisi jazz di Java Jazz On The Move (JJOTM) malam ini. Sky Dining, menjadi venue terpilih dalam perhelatan pra event Djarum Supermild Java Jazz Festival 2012, Sabtu, 25 Februari 2012.
Selain Sky Dining, venue lainnya juga tersebar di berbagai mall, kampus, maupun cafe di bilangan Jakarta hingga Tangerang dalam rangka JJOTM hingga akhir bulan Februari ini.
Meski hujan kecil sempat menggangu dimulainya acara JJOTM, namun antusias para pengunjung Sky Dining tak surut sejak sore tadi. Tempat duduk di sekitar stage pun telah penuh, sejam sebelum acara dimulai.
Malam ini, pengunjung Sky Dinning Plaza Semanggi akan dihibur oleh tiga musisi jazz. Mildness, Sister Duke dan Soulvibe siap memanaskan suasana yang sedikit dingin karena gerimis ini.
Panitia juga telah menyiapkan belasan tiket gratis yang akan dibagikan kepada penonton yang beruntung malam ini.
Nah, kalau kalian masih bingung menghabiskan malam minggu dimana, cepat merapat ke Plaza Semanggi, Sky Dining. Santap malam dengan view yang asik, ditambah mendengarkan alunan musik jazz dari musisi lokal Indonesia menjadikan malam minggu kalian sempurna.
Jika tidak sempat ke Plaza Semanggi, jangan khawatir. JJOTM masih ada hingga 29 Februari 2012 ini. Berikut informasi JJOTM selanjutnya :

Senin 27 Februari 2012 di Black Cat, Plaza Arcadia, Jakarta
19.00-21.00  BRUCE HAMADA / ADE & BROTHERS
Selasa 28 Februari 2012 di Summarecon Mall Serpong - Unity Stage, Tangerang 
19.00-21.00 DUWENDE / ARI PRAMUNDITO
Rabu 29 Februari 2012 di Supermal Karawaci - Grand Atrium, Tangerang
19.00-21.00 CHRIS STANDRING, ELEVATION 3