Sunday, November 15, 2009

Pizza Hut Buka Gerai di Empang


Setelah suskes membuka restoran Pizza Hut di Botani Square, PT. Sari Melati Kencana pemegang franchise Pizza Hut Indonesia kembali membuka outlet terbarunya di Jl. Pahlawan 167 Minggu (15/11).
Restoran yang mengusung konsep restoran keluarga ini merupakan cabang restoran ke 188 dan merupakan cabang ke lima yang dibuka di Kota Bogor. Restoran Pizza Hut cabang Pahlawan ini memiliki dua lantai yang dilengkapi bangku taman dengan maksud memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Sedangkan ruangan lantai dua didesain khusus untuk smoking room. Parkir mobil yang diletakkan di area belakang pun memuat 20 mobil dan parkir depan sebanyak 50 motor. Restoran ini difokuskan untuk melayani dine in dan take away.
“All out, dengan outlet terbaru ini kami menginginkan pengunjung merasa dilayani sepuasnya dengan servis terbaik. Misi kami adalah menjadikan Pizza Hut Indonesia terbaik di dunia,” papar Matroji, District Manager Pizza Hut kepada Jurnal Bogor kemarin.
Potensi pasar di Kota Bogor cukup baik, terlebih lagi outlet Pizza dekat Makam Pahlawan dan pusat rekreasi terbesar di Bogor, The Jungle. Kedepannya bukan tidak mungkin akan menumbuhkan ekonomi di sekitar restoran tersebut.
“Selain memberikan kemudahan pada pelanggan Pizza Hut yang berdomisili di sekitar Bogor Selatan untuk menikmati menu-menu terbaru kami. Usaha kami ini pun memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar Bogor,” tambah Oji panggilan akrabnya.
Dalam Grand Opening tersebut, hadir Danramil Bogor Selatan (Bogsel) Kapten Inf Ermansyah, Camat Nandang Sunarmat, Kapolsek, Ketua RW 09 Iip Syarifudin, dan
Lurah Empang, Daden Diana.
“Saya sangat merespon dibukanya restoran berstandar internasional ini, karena telah membantu mengurangi jumlah pengangguran, dan Insyaallah juga mengajak pihak manajemen Pizza Hut untuk berzakat,” tandas Daden Diana.

Nick Carnival Guncang Botani Square


Lebih dari seribu orang memadati Nick Carnival Global TV yang digelar pada Minggu (15/11) kemarin. Suasana Botani Square serta merta mendadak padat karena telah diserbu oleh anak-anak dan para orangtua yang memadati halaman Botani Square sejak pukul sembilan pagi.
“Untuk ukuran mall, jam sembilan adalah jam pagi yang sangat jarang pengunjungnya. Namun hadirnya Nick Carnival benar-benar membuat warga Bogor dan sekitarnya sangat antusias. Padahal acaranya sendiri baru dimulai pukul 10.30,” kata Niken Oktaviani, marketing communication Botani Square.
Acara yang disiarkan secara off air tersebut mengajak para pengunjung Botani Square nonton bersama acara-acara Nickelodeon dan menghadirkan berbagai hiburan seperti badut, acrobat, sulap, foto bareng di rumah nanas Spongebob, face painting dan bouncing castle.
“Semua kami berikan gratis kecuali bouncing castle. Awalnya kami ingin semua dapat menikmatinya, namun jika semua bisa, khawatir terjadi pembludakan pemain. Akhirnya kami memberikan kupon bermain selama 10 menit kepada pengunjung yang membeli produk sponsor minimal Rp 10.000 pada stand yang telah disediakan,” ujar Danti, marketing communication Nicklodeon, Global TV kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Suasana semakin ramai ketika tokoh kartun Spongebob yang menjadi icon acara tersebut menampakan diri di atas panggung. Jeritan dan raungan memanggil tokoh kartun pujaan yang rata-rata digemari anak sekolah dasar itu semakin histeris.
Menurut Danti, acara yang dilangsungkan mulai pukul 10.30 WIB sampai 16.30 WIB itu bertujuan untuk meningkatkan awareness kepada para pemirsa Global TV di Bogor untuk terus mengikuti acara-acara Nicklodeon yang semakin seru dan selalu memiliki serial-serial terbaru.
Global TV sebagai pemegang hak siar program anak-anak Nickelodeon dapat dikatakan sukses dengan dilaksanakannya acara ini. Terlihat dari rating acara Nicklodeon yang tinggi dan hampir merata disetiap daerah yang memungkinkannya Nick Carnival selalu diserbu oleh pengunjung.
Konsep awal yang dibentuk untuk nonton bareng acara-acara kartun Nicklodeon yang bernama Nick Screen ini memang telah berjalan sejak tahun 2007 lalu dikembangkan menjadi acara Nick Carnival dan sukses menggaet animo masyarakat.
“Setelah sukses di Bogor, kami berencana akan mengadakannya di Emporium Pluit Mall minggu depan. Kami berharap antusias disana akan sama banyaknya seperti di Kota Bogor,” tandasnya.

Tuesday, November 3, 2009

Tak Mau Merepotkan Keluarga


Empang – Ketika dijelaskan maksud kedatangan saya yang ingin mengetahui suasana lebaran yang dirasakan para penghuni panti, Mahfudin, petugas bendahara panti mempersilakan masuk dan saya menemui Kepala Panti Tresna Werdha, Rakhmat Nugraha untuk berbincang-bincang.
Ia mengatakan bahwa suasana lebaran di Panti Sosial Tresna Werdha “Sukma Raharja” sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya beberapa penghuni panti yang berlebaran bersama keluarganya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
“Kemarin kami mengantarkan Mak Zaenab ke keluarganya karena sakit. Kalau yang lain ada juga yang dijenguk keluarganya namun ada pula yang berlebaran dengan sesama penghuni panti lantaran tidak lagi memiliki sanak keluarga,” papar Rakhmat kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Setelah berbincang dengan kepala panti, ia memperkenalkan para penghuni panti yang sedang beristirahat di masing-masing kamarnya. Ada pula yang berkumpul di teras panti yang dihiasi dengan pot berbagai macam tanaman, menambah keasrian lingkungan panti.
Salah satu penghuni yang berlebaran bersama penghuni panti lainnya adalah Mak Ros dan Mak Ani. Sudah enam tahun Mak Ros tinggal di panti tersebut dan ia merasa nyaman dengan suasana panti yang asri dan ditemani teman-teman panti yang begitu bersahabat. Ketika berlebaran, ia menyempatkan diri untuk bertandang ke Otista, daerah kelahirannya. “Ketika lebaran, saya dua hari pulang pergi ke Jalan Otista dimana saya dilahirkan. Saya mengunjungi para tetangga dan keluarga saya disana. Saya selalu merindukan untuk berlebaran bersama keluarga disana. Namun, saya sudah menganggap penghuni panti adalah keluarga saya,” papar Mak Ros sambil tersenyum.
Lain mak Ros, lain pula Mak Ani. Wanita berusia 70 tahun ini berasal dari Aceh. Bertahun-tahun berkelana di Jakarta dan tidak memiliki anak, memaksanya untuk hidup di Panti. Ketika berlebaran, ia pergi sendiri ke Jakarta untuk menemui keponakannya di daerah Bintaro. “Saya diminta untuk memasak disana. Apalagi memang saya lebih nyaman berlebaran bersama keluarga tapi tetap saja tidak bisa melupakan kebersamaan bersama penghuni panti lainnya,” ujar wanita bekacamata itu.
Para wanita lansia itu mengaku beruntung kehidupan tuanya ditanggung oleh pemerintah. Mereka menunggu uluran tangan dari para dermawan atau hanya sekedar anggaran khusus bagi mereka kaum dhuafa. Kebanyakan dari mereka adalah para wanita yang tidak memiliki anak, sehingga di masa tuanya mereka tak memiliki tempat bernaung atau orang yang akan mengurus mereka hingga kelak waktunya tiba.
“Ada saudara pun saya tidak mau menyusahkan mereka. Kehidupannya saja sudah sulit apalagi kalau ditambah lagi dengan saya yang sudah tua. Tak mau merepotkan mereka,” tukas Ani.
Hari-hari tua para wanita berusia antara 60 hingga 94 tahun itu diisi dengan mengikuti bimbingan keterampilan seperti menyulam, merenda, membuat baju boneka dan membuat telor asin.
“Selain itu juga ada kegiatan keagamaan yang menambah iman mereka maupun kegiatan penyehatan jasmani seperti senam lansia untuk meningkatkan kesehatan mereka selain tensi darah yang dilakukan setiap hari oleh tiga perawat kami yang berjaga selama 24 jam,” tandas Rakhmat.

Dazzling Browns Sensual dan Berkilau


Masalah rambut beruban bagi sebagian wanita yang menuju usia paruh baya memang sangat menggangu. Kesan tua, loyo, tidak segar adalah beberapa alasan yang ditimbulkan akibat rambut beruban. Apalagi bagi mereka wanita karir yang menuntut totalitas pekerjaan dan didukung dengan penampilan yang selalu up to date dan tampak muda. Masalah ini kian menggangu.

Solusinya adalah dengan teknik pewarnaan rambut. Berbagai pewarnaan rambut ditawarkan oleh salon yang ecek-ecek hingga salon ternama yang biasa kita temui di mall-mall dengan penawaran harga yang tidak murah. Ada pula pewarnaan rambut yang bisa dipalikasikan di rumah namun tanpa tanggung jawab dan hasilnya tidak menjamin kepuasan Anda. Ya, itu adalah cara konvensional yang dipakai apabila waktu Anda tersita begitu banyak oleh pekerjaan.

Tak perlu khawatir, L`Oreal punya solusinya. Produk pewarnaan rambut yang terpercaya dan dipakai oleh artis-artis sekaliber dunia ini menampilkan tren rambut nuansa Dazzling Browns. Warna coklat yang ditampilkan tidak biasa. Warna tersebut akan menimbulkan kesan sensual dan berkilau. Sempurna melapisi setiap helai rambut sehingga uban Anda akan tersembuyi sempurna.

Untuk mendapatkan kesan tersebut, Anda tak usah repot-repot ke salon karena L`Oreal memberikan kemudahan dengan new applicator khusus yang memudahkan pemakaian langsung di rumah. Bagai memiliki hair dresser pribadi.

Uniknya, ini adalah satu-satunya krim pewarna rambut yang melindungi sebelum, selama dan sesudah proses pewarnaan. Aplikasikan L`oreal Excellence Cream dengan rangkaian sampo pendukung L’OrĂ©al Elseve Color-Vive untuk memperkuat warna rambut merah dan menyehatkannya.

“Pewarnaan rambut yang benar dengan memakai sampo khusus untuk mewarnai ditambah dengan pemakaian kondisioner, dijamin warna rambut akan awet dan berkilau. Masalah rambut berwarna seperti ujung rambut yang patah-patah akan segera hilang,” ujar June, hair dresser L`Oreal pada House of Excellence.

Monday, November 2, 2009

Hantu Jamu Gendong dapat Kursus Gratis


1st Winner Best Costumes at TBI

Halloween adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober yang biasa dilakukan di Amerika Serikat. Padahal tradisi perayaan ini berasal dari Irlandia. Akulturasi kebudayaan terhadap tradisi ini akhirnya juga diserap di Indonesia. TBI atau The British Institute, salah satu tempat kursus Bahasa Inggris yang berlokasi di Jalan Pajajaran 88 K-L, Villa Indah Pajajaran ini mengadakan dua hari perayaan Hallowen yang dimaknainya sebagai ajang unjuk gigi kreativitas dari setiap guru dan siswanya.
“Tak hanya anak muridnya saja, tapi juga para staf dan guru di TBI ini menyambut dengan antusias Hallowen Party yang memang tiap tahun kami adakan dengan memakai kostum,” papar Gina Roosanty, Marketing Officer TBI Pajajaran kepada Jurnal Bogor.
Halloween Party yang diadakan pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2009 ini memang dilaksanakan sebelum hari H-nya yaitu 31 Oktober 2009, namun tak menghilangkan kesan “Spooky but Having Fun” (seram tapi menyenangkan).
“Kami memang tak menginginkan suasana yang menyeramkan. Suasana Halloween sudah pasti ada, namun kami kemas dalam games yang menarik sehingga anak-anak dapat mengambil pelajaran penting dan positif yaitu kreativitas dari tradisi perayaan asal barat ini,” jelasnya.
Setiap anak dianjurkan untuk mendandani dirinya seseram mungkin dengan barang atau prakarya yang mereka buat sendiri. Para guru pun membantu prakarya tersebut. Yang menarik adalah lomba kostum yang diikuti oleh anak-anak. Para guru sangat terkejut dengan kreativitas para murid ini karena diluar dugaan mereka bisa tampil unik dan luar biasa. Dalam lomba yang dilaksanakan untuk para murid yang berumur lima tahun ke atas ini, tak hanya kostum hantu dari luar negeri saja yang ikut serta tapi juga hantu Indonesia.
“Hantu ala Indonesia inilah yang keluar sebagai pemenang pertama yaitu Rayna Vany Kusuma yang berkostum sebagai Hantu Jamu Gendong. Dia berhak mendapat hadiah yaitu free cycle atau gratis biaya kursus selama sebulan di TBI,” katanya.
Keluar sebagai pemenang kedua ialah Firna Fadia Haya yang berkostum sebagai nenek sihir, mendapatkan backpack TBI dan ketiga adalah Dimas Gustino yang berkostum sebagai Manusia Penjagal mendapat T-Shirt TBI.