Monday, November 2, 2009

Team Work yang Solid


Mengemas sebuah kehidupan suatu kota yang kompleks dan diwujudkan dalam sebuah kehidupan di mall tidak semudah yang dibayangkan. Banyaknya persaingan antar mall serupa tak pelak menjadi suatu tantangan tersendiri bagi Yunati Alinda, Public Relations Ekalokasari Plaza.

Gadis yang terbilang masih muda untuk seorang public relations ini telah bekerja di mall yang terkenal dengan sebutan Elok sejak ia lulus SMA. Tak pelak meski belia, bukan berarti ia kurang pengalaman. Dalam memajukan dan mempertahankan eksistensi mall sekaliber Elok, tak sedikit ia mengalami kesulitan.
“Memang sulit mengelola sebuah mall yang memiliki brand One Stop Shopping Destinantion ini. Namun, yang paling peting adalah Team Work yang solid dan selalu mengedepankan ide-ide terbaru untuk memajukan Ekalokasari Plaza,” papar gadis berkulit putih ini.

Gadis yang lahir pada 29 November 1985 ini memaparkan langkah-langkahnya dalam mengelola sebuah mall agar setiap pengunjung mendapatkan unique experion setiap mengunjungi Elok. Segmen yang dimiliki yaitu Middle Up and Family menjadi target pasar Elok. Setiap pengunjung pun diberi kesempatan untuk mengutarakan keinginannya dalam sebuah mall dengan wawancara langsung oleh pihak Marketing Communication Elok sebulan sekali.

“Setiap bulan kami melakukan wawancara langsung kepada para pengunjung atau mengisi questioner tentang keinginannya yang belum bisa ia penuhi di Elok dan tak lupa kritik dan saran untuk manajemen Elok. Ini dimaksudkan untuk memajukan Ekalokasari dan melayani pengunjung sebaik-baiknya,” tuturnya.

Selain itu, pihak Ekalokasari juga telah memiliki konsep untuk setahun kedepan tentang event apa saja dan pelayanan apa saja yang harus dilakukan untuk pengunjung. “Misalnya tentang pemberian hadiah langsung setiap pembelanjaan Rp 500.000,- di semua tenan fashion berupa gift voucher senilai Rp 50.000,- yang bisa dibelanjakan di semua tenan yang ada di dalam area Ekalokasari Plaza,” tandasnya.

Ajarkan Menabung Sejak Dini


Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November memang masih delapan hari lagi. Berbagai perlombaan biasanya digelar untuk memaknainya. Namun, 60 anak-anak mulai dari usia TK hingga usia 12 tahun sangat antusias mengikuti berbagai acara perlombaan yang bertema “Satu untuk Bangsa Ku” dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang digelar oleh Rain Production, Minggu kemarin (01/11) di lantai 3, Bogor Trade Mall.

Tiga perlombaan diadakan untuk meramaikannya yaitu Lomba Mewarnai Celengan dengan dua kategori yaitu tingkat TK dan Tingkat SD sampai kelas 3, Lomba Menggambar di atas Celengan untuk anak-anak kelas 4 SD hingga kelas 6 SD, dan terakhir Lomba Fashion Show dengan dua kategori. Kategori A usia 4 hingga 7 tahun dan kategori B usia 8 tahun hingga 12 tahun.

Panitia pelaksana, Savie dan Baby mengatakan lomba ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak dalam berprestasi. Dalam lomba ini, dua diantaranya anak-anak diharuskan menggambar dan mewarnai diatas media celengan. Ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian sebab tak semudah mewarnai atau menggamabar di atas media datar.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Lomba mewarnai atau menggambar sudan umum dilakukan, namun tidak untuk mewarnai dan menggambar di atas celengan,” papar Savie kepada Jurnal Bogor, kemarin

Ia juga mengatakan bahwa celengan tersebut boleh dibawa pulang. Ini juga menandakan bahwa perlombaan tersebut juga membawa pesan baik untuk anak-anak agar menabung dari usia dini.

Peserta tak hanya dari daerah sekitar Bogor, tapi juga Cipayung hingga Jakarta. Pemenang pertama lomba mewarnai malah berasal dari Jakarta. Total seluruh juara berjumlah 19 pemenang dan masing-masing mendapatkan piala, uang, dan hadiah hiburan. Dalam waktu dekat, Rain Production juga akan mengadakan Magic Competition se Jabodetabek.

“Diharapkan dengan acara ini anak-anak lebih meningkatkan kreativitasnya dan bisa menghasilkan prestasi yang lebih banyak lagi,” tandasnya.

Let’s Going Green Lifestyle…

Dimana-mana kampanye untuk melawan Global Warming telah ramai diserukan oleh individu, pemerintah maupun komunitas tertentu yang mendukung gerakan penghijauan dan menginginkan bumi menjadi tempat yang lebih baik, mungkin termasuk Anda.
Ini telah menjadi sebuah fenomena dalam kehidupan kita sekarang ini. Kita tidak bisa menutup mata bahwa bumi tercinta kita ini sedang terancam kelestariannya. Berbagai bencana yang datang silih berganti seperti gempa bumi, angin puting beliung, kebakaran hutan, longsor dan lain sebagainya telah menandakan kemerosotan nilai bumi kita dari waktu ke waktu. Ini adalah teguran dari alam dengan menyentil kepedulian diri membuat bumi tetap hijau agar nyaman untuk disinggahi.
Green Lifestyle adalah sebuah gaya hidup yang seharusnya sejak dulu telah kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini bukan berarti Anda harus serba hijau, rumah dicat warna hijau, pakai baju hijau, rambut berwarna hijau, sepatu hijau atau tubuh kita mesti hijau (seperti Hulk atau Alien). Bukan. Bukan itu esensi dari Green Lifestyle.
Gaya hidup semacam ini lebih menitikberatkan kepada kepedulian kita kepada bumi tercinta. Sebuah gaya hidup yang benar-benar menjadikan bumi ini sebagai “sahabat” Anda dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai “Objek” eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda.
Untuk memulainya, Anda tidak harus melakukan perubahan yang drastis terhadap pola hidup Anda. Kita bisa memulainya dengan hal-hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari. Setahap demi setahap dan dimulai dari hal yang kecil seperti aktivitas rutin dan dilakukan mulai saat ini, kita bisa memulai melestarikan bumi tercinta ini, ya kan?

1. Hemat Pemakaian Air
Biasakan menggosok gigi dengan kran tertutup. Jangan biarkan kran air terus terbuka dan air mengalir terus. Green Lifestyle dimulai dengan menutup kran tersebut dan mempergunakan air disaat anda memerlukannya saja.

2. Manfaatkan Lampu Listrik secara Bijak
Matikan lampu di saat tidak digunakan semisal Anda sedang bersama keluarga di ruang keluarga, matikan lampu kamar Anda. Selain menghemat energi, hal ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda karena aman dari pengeluaran berlebihan.

3. Green Lifestyle dengan Cucian Anda
Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari di luar untuk mengeringkan pakaian meskipun Anda memiliki alat tekonologi tinggi yang bernama Mesin Pengering. Ini adalah salah satu cara menghemat energi. Hal yang sama juga bisa dilakukan saat mencuci baju. Daripada memakai mesin cuci, lebih baik cucilah secara tradisional dengan menggunakan tangan kita. Selain bisa menghemat listrik, Anda bisa sekalian berolahraga.

Menipu Publik dengan Greenwashing


Tak banyak yang tahu pengertian istilah Greenwashing. Ini adalah istilah yang muncul dari awal tahun 2000-an ketika banyak perusahaan atau korporasi mulai terlibat dalam kampanye hijau.
Dalam kamus Oxford,tak ditemukan istilah tersebut karena istilah ini adalah plesetan dari istilah whitewashing yang artinya adalah tindakan untuk menyembunyikan fakta yang tak menyenangkan atau dengan istilah lain perusahaan memberi kesan pada konsumennya bahwa mereka ikut peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Dr. Wonny Ahmad Ridwan, SE, MM, pemerhati lingkungan yang juga dosen lingkungan di IPB mengatakan Greenwashing yang dilakukan sebuah perusahaan adalah dalam rangka mengangkat branding mereka dengan kesan yang baik dan seolah-olah produk mereka ramah lingkungan.
“Ini adalah fenomena di masyarakat kita dimana usaha tersebut bertujuan untuk mengkomersilkan produk mereka. Padahal pada kenyataannya banyak kegiatan mereka yang tak ramah lingkungan,” ujar Wonny kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurutnya, calon konsumen harus di edukasi oleh berbagai pihak yang mengerti tentang Greenwashing. Misalnya, LSM pecinta lingkungan, wartawan, dan orang-orang pecinta lingkungan hidup agar tak tertipu akan buaian manis atau janji-janji palsu akan pelestarian lingkungan seperti penanaman kembali pohon lalu ditinggalkan hingga mati. Semua dilakukan agar tak terjebak dan terlena dengan hasil karya public relation (PR) yang pintar. Selain itu, tentu saja, akan tercipta ilusi atau pencitraan yang tak benar.
“Ini adalah tugas kita untuk menyuarakan apa itu Greenwashing. Kita lakukan yang kita bisa seperti saya sebagai seorang dosen dalam beberapa kesempatan mengatakan kepada mahasiswa saya untuk mengurangi konsumsi rokok karena merusak diri dan lingkungan,” ujarnya.
Namun, hal ini bukan berarti fenomena Greenwashing akan berhenti. Semua kembali lagi pada konsumen, tindakan apa yang akan mereka lakukan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Hal terpenting adalah menjaga keseimbangan. Kita memang harus menjaga lingkungan hidup namun harus sejalan dengan ikut mengutamakan kepentingan manusia itu sendiri. Inilah keseimbangan kehidupan,” pungkasnya.Sri Wahyuni

Monday, October 19, 2009

Tips Merawat Rambut si Kecil


Kondisi kulit kepala anda dan si kecil tidak sama. Si kecil butuh penanganan lebih intensif. Berikut beberapa tips merawat rambut si Kecil agar tetap sehat dan terpelihara dengan baik.
Mencuci Rambut
Bayi: Cucilah rambut bayi sekali atau dua kali dalam seminggu. Gunakan sampo anti ketombe khusus bayi saat keramas, namun terlebih dahulu pijatlah secara perlahan kulit kepalanya dengan baby oil hingga kerak-kerak yang biasanya terdapat di kepala bayi tersebut terkelupas. Balita: Cucilah rambut balita anda paling tidak tiga kali dalam seminggu, atau bisa lebih sering jika rambutnya terkena cipratan atau tumpahan makanan. Usia Pre-School keatas: Di Usianya yang aktif, maka Anda perlu mencucinya hampir setiap hari. Apalagi jika rambut anak anda sangat keriting dan kering. Tambahkan kondisioner bila perlu.

Menyisir Rambut
Gunakan sisir bergerigi besar dan jarang atau yang menggunakan bulu sikat sintetis. Untuk rambut kering, hindari penggunaan sisir bergerigi rapat yang bisa membuat rambut si kecil kusut. Sisirlah terlebih dahulu pada bagian bawah rambut untuk menghindari kekusutan rambut. Pisahkan rambut yang menggumpal dan nyangkut dengan jari anda dengan lembut. Sisirlah bagian rambut yang berada di bagian belakang leher terlebih dahulu, dibagian itulah rambut akan cenderung lebih kusut. Jangan membasahi rambut dalam keadaan kusut, karena hal tersebut malah akan membuatnya semakin kusut. Gunakan kondisioner rambut atau spray anti kusut untuk anak-anak.

Trik Potong Rambut Untuk si Kecil
Biasakan anak Anda pada suasana salon dengan membawanya ketika suami Anda potong rambut. Kalau perlu ajaklah anak untuk terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan hair stylish atau tukang cukur yang akan mencukurnya. Buatlah janji terlebih dahulu dengan stylish tersebut agar si kecil merasa lebih nyaman dipotong rambutnya oleh orang yang telah dikenalnya. Buatlah janji diwaktu setelah jam tidur siang anak dimana ia sedang tidak dalam keadaan mengantuk dan masih segar. Jangan lupa bawa mainan favoritnya. Sri Wahyuni